Sunday, July 29, 2007

Harry Potter... fiuhh..

Akhirnya selesai kubaca juga novel Harry Potter yang telah kubeli seminggu yang lalu. Susah juga ternyata kalo mau membacanya di hari-hari kerja. Lumayan lah bisa mengisi waktu ketika aku sedang berada di kereta, walaupun cuma bisa membaca beberapa belas lembar saja. Di kantor, sudah jelas nggak memungkinkan, paling kalaupun lagi bener-bener nggak ada kerjaan, masih bisa baca versi PDF nya. Sampai rumah, biasanya kalo nggak langsung tidur, online sebentar untuk memainkan game kesayangan (ga penting). Akhirnya weekend pun tiba, dan aku bisa menyelesaikan sisa setengahnya. Berhubung saat ini sudah kurang-lebih satu minggu semenjak peluncuran bukunya, nggak apa-apa lah menuliskan sedikit cerita dari apa yang telah aku baca. Spoilernya nggak kebangetan kok.

Aku puas dengan buku yang ketujuh ini. Jalan ceritanya menurutku lumayan menarik. Seperti biasa, J.K. Rowling selalu membeberkan banyak hal yang tidak pada awalnya adalah misteri di bagian akhir cerita. Banyak pula hal-hal yang masih kurang jelas diceritakan pada buku-buku sebelumnya akhirnya terjawab semuanya di buku terakhir ini, termasuk semua rencana Dumbledore yang tidak pernah dibahas secara tuntas pada buku-buku sebelumnya.

Sayangnya, walaupun aku suka dengan alur ceritanya, penyelesaian cerita di bagian akhir menurutku rada kurang-kurang ngreget. Duel terakhir antara Harry Potter dan Voldemort diceritakan terlalu singkat. Cukup mengecewakan... Terlebih lagi, banyak tokoh-tokoh penting yang mati dalam cerita ini. Yah, namanya juga cerita, mana ada cerita yang jalannya mulus tanpa halangan.

Tetapi satu hal yang cukup menggembirakan adalah akhirnya dijelaskan juga mengapa Dumbledore sangat mempercayai Snape. Ternyata memang Snape itu tidak sejahat yang dikira. Hebat sekali J.K. Rowling bisa menggambarkan tokoh Snape itu sebagai tokoh yang paling layak dibenci dari buku pertama hingga buku ke enam, hingga ketika akhirnya pada buku yang terakhir ini terungkap rahasia dibaliknya :P.

Yeah.. bagi yang belum baca bukunya dan berniat untuk baca, mending cepetan baca aja deh. Alur ceritanya lebih menarik daripada buku-buku sebelumnya. Dan yang jelas, happy ending :D.

Thursday, July 26, 2007

Kebahagiaan yang tak pernah hilang

Terkadang aku merasa senang
Terkadang aku merasa sedih
Tak ada yang pasti di dunia ini
Yang ada hanyalah perubahan itu sendiri

Hati ini begitu cepat berubah
Senang, sedih, kecewa, kesal
Dan akhirnya menjadi senang kembali

Seberapa banyakkah kebahagiaan yang kuharapkan
Ketika masih banyak orang yang lebih menderita
Masih banyak yang lebih tak beruntung
Dari diriku yang terlalu banyak mengeluh

Aku sadar..
Tak seharusnya aku mengeluh
Aku telah memiliki kebahagiaanku sendiri
Kebahagiaan karena aku masih memiliki
Yang takkan pernah hilang
Kecuali aku menjadi orang yang lupa diri

Friday, July 20, 2007

@_@

Hhh... cobaan memang tak akan berhenti menghampiri. Setiap hari selalu saja ada masalah yang harus diselesaikan. Belum lagi masalah-masalah yang menyangkut dengan hati dan emosi. Aku harus berusaha untuk tidak mudah mengeluh jika terjadi hal-hal yang tidak menyenangkan. Ditambah dengan belakangan ini kerjaan bertambah banyak. Semakin sulit saja rasanya untuk mencari waktu luang untuk berpikir sejenak. Untuk merenungkan semua masalah-masalah yang ada, mencari akar permasalahannya, dan kemudian mencari solusi yang sesuai.

Well... mesti belajar dan belajar lagi untuk menjadi manusia yang lebih sabar dan lebih bisa menerima keadaan. Semua cobaan hidup ini kan pada dasarnya adalah sarana untuk melatih diri agar menjadi manusia yang lebih baik. Semoga kedepannya aku bisa tetap sabar dan bisa menjadi orang yang lebih baik...

Monday, July 16, 2007

Belajar Ikhlas

Beberapa hari ini aku mengalami beberapa hal yang kurang menyenangkan. Wajar lah, yang namanya hidup kan nggak selamanya menyenangkan. Belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, yang biasanya aku menyikapinya dengan tindakan-tindakan yang reaktif, kini aku mencoba untuk bersabar. Sebelum aku sempat untuk bertindak secara reaktif (yang biasanya terjadi tanpa aku sadari), aku berpikir dalam-dalam untuk sejenak. Memikirkan reaksi paling baik yang dapat aku lakukan tanpa terpengaruh dengan perasaan yang sedang kurasakan.

Aku mencoba ikhlas menerima keadaan, dan berusaha untuk memperbaiki diri. Hasilnya ternyata cukup menyenangkan. Semua perasaan negatif yang kuraskan menghilang. Dan sebagai gantinya, aku merasakan suatu rasa senang yang meluap-luap. Seolah aku baru saja melepaskan sebuah beban yang berat. Memang tidak mudah untuk menerima dan melupakan hal-hal yang kurang menyenangkan. Tetapi tidak mudah bukan berarti tidak bisa. Semuanya kembali ke diri masing-masing. Apakah ada keinginan yang kuat untuk melakukan hal-hal yang sulit tersebut atau tidak.

Hmm.. Pelajaran yang kudapat kali ini adalah berpikir dan merenungkan semuanya terlebih dahulu sebelum aku menyikapi suatu hal. Serta sikap ikhlas dalam menerima semua hal yang terjadi. Tak peduli itu menyenangkan atau tidak.

Tuesday, July 10, 2007

Telkomsel Flash pada Ubuntu

Akhirnya.. setelah melakukan browsing sana-sini, beberapa hari yang lalu kutemukan juga cara untuk membangun koneksi ke internet menggunakan bluetooth pada N70 punyaku di Ubuntu. Sumber artikel yang aku dapat dapat dilihat disini. Agak telat juga siy dapet informasinya. Harusnya bisa dari dulu. Cuma karena dulu masih males untuk mencari caranya, ya baru nemunya sekarang. Lumayan lah, akhirnya aku bisa juga menginstall package-package baru melalui Telkomsel Flash ini, tidak perlu tergantung pada DVD Repository Ubuntu lagi, yang terkadang package-package nya nggak update.

Ternyata caranya agak-agak rumit. Semuanya harus dilakukan melalui shell prompt. Yang diperlukan adalah handset yang memiliki fasilitas bluetooth (dan support untuk Dial Up Networking juga tentunya) dan bluetooth USB untuk menghubungkan komputer dengan handset.

Berikut ini adalah langkah-langkahnya:
1. Install package Bluetooth dan Dialup. Jika sudah menginstall package ubuntu-desktop, maka perintah di bawah ini dapat dilewati. Sebaliknya, jalankan perintah berikut ini untuk menginstal package bluez-utils, bluez-pin dan ppp.

  sudo apt-get install bluez-utils bluez-pin ppp wvdial

2. Pastikan bluetooth USBnya sudah terpasang pada komputer. Biasanya sih jika bluetooth USB nya sudah terpasang, akan muncul icon Bluetooth pada panel di GNOME desktop nya. Atau dapat pula dijalankan perintah hcitool dev untuk memastikan apakah bluetooth USB nya sudah terpasang dengan benar. Pada contoh kali ini hasil yang ditampilkan adalah:
  Devices:
hci0 00:10:60:AB:06:85

3. Pastikan service bluetooth telah aktif. Perintah untuk mengaktifkan service bluetooth adalah :
  sudo /etc/init.d/bluetooth start

4. Nyalakan bluetooth pada handset.

5. Scan alamat MAC address dari handset. Perintah yang dijalankan adalah hcitool scan:
  Scanning ...
00:18:0F:C1:3D:B0 Amaya II
Alamat MAC N70 punyaku adalah 00:18:0F:C1:3D:B0 dengan nama Amaya II.

6. Mencari channel untuk Dial Up Networking (DUN) yang ada pada handset dengan menggunakan sdptool search DUN:
  Inquiring ...
Searching for DUN on 00:18:0F:C1:3D:B0 ...
Service Name: Dial-Up Networking
Service RecHandle: 0x1000f
Service Class ID List:
"Dialup Networking" (0x1103)
Protocol Descriptor List:
"L2CAP" (0x0100)
"RFCOMM" (0x0003)
Channel: 3
Language Base Attr List:
code_ISO639: 0x454e
encoding: 0x6a
base_offset: 0x100
Profile Descriptor List:
"Dialup Networking" (0x1103)
Version: 0x0100
Pada contoh disini, layanan untuk DUN ada pada channel 3.

7. Melakukan binding handset bluetooth pada handset menggunakan rfcomm. Format perintahnya adalah rfcomm bind [no device bluetooth] [alamat MAC bluetoth pada handset] [channel]. Perintah yang aku jalankan adalah sebagai berikut:
  sudo rfcomm bind 0 00:18:0F:C1:3D:B0 3
8. Menyunting file konfigurasi wvdial yang terletak pada /etc/wvdial.conf. Ubah isinya menjadi seperti berikut:
  [Dialer Defaults]
modem = /dev/rfcomm0
baud = 460800
init1 = AT
init2 = AT+CGDCONT=1, "IP", "flash"
phone = *99#
Username = ''
Password = ''
Stuppid Mode = yes

Field init1 dan init2 merupakan konfigurasi ekstra yang akan dipanggil ketika melakukan inisialisasi. Nilainya bisa berbeda-beda untuk masing-masing operator. Pada field init2, disertakan pula APN yang digunakan, yaitu flash. Berhubung pada Telkomsel Flash tidak diperlukan username dan password, maka nilainya dikosongkan.

9. Yang terakhir adalah membuka koneksi ke internet dengan menggunakan perintah wvdial.
  --> WvDial: Internet dialer version 1.56
--> Cannot get information for serial port.
--> Initializing modem.
--> Sending: AT
AT
OK
--> Sending: AT+CGDCONT=1, "IP", "flash"
AT+CGDCONT=1, "IP", "flash"
OK
--> Modem initialized.
--> Sending: ATDT*99#
--> Waiting for carrier.
ATDT*99#
CONNECT
~[7f]}#@!}!} } }2}#}$@#}!}$}%\}"}&} }*} } g}%~
--> Carrier detected. Waiting for prompt.
~[7f]}#@!}!} } }2}#}$@#}!}$}%\}"}&} }*} } g}%~
--> PPP negotiation detected.
--> Starting pppd at Fri Jul 27 00:11:17 2007
--> Pid of pppd: 10778
--> Using interface ppp0
--> pppd: �[08][06][08]0[0f][06][08]
--> pppd: �[08][06][08]0[0f][06][08]
--> pppd: �[08][06][08]0[0f][06][08]
--> pppd: �[08][06][08]0[0f][06][08]
--> local IP address 221.132.240.22
--> pppd: �[08][06][08]0[0f][06][08]
--> remote IP address 10.6.6.6
--> pppd: �[08][06][08]0[0f][06][08]
--> primary DNS address 202.3.208.10
--> pppd: �[08][06][08]0[0f][06][08]
--> secondary DNS address 202.3.210.10
--> pppd: �[08][06][08]0[0f][06][08]

Nah, sekarang Ubuntu sudah terkoneksi ke internet.

Monday, July 09, 2007

Farewell Party

Pada hari minggu kemarin (8 Juli 2007), diadakan Farewell Party di rumah Novan. Yang dateng lumayan banyak. Nggak perlu disebutin satu-satu disini :D. Berikut ini adalah daftar orang-orang yang mau pergi ke luar negeri:

1. Afaf (ngelanjutin kuliah ke Aussie)
2. Dipo (ngelanjutin kuliah ke Jerman)
3. Fajran (ngelanjutin kuliah ke Belanda)
4. Josef (ngelanjutin kuliah ke Swedia)
5. Monica (ngelanjutin kuliah ke Inggris)
6. Novan (training Cisco ke UK)

Selamat buat mereka-mereka yang mau pergi. Jangan lupa ntar klo balik lagi ke Indonesia bagi-bagi ilmunya. :P

Foto-foto acara - reduced size (1024 x 768) dapat dilihat disini.

Untuk full size (dan beberapa movie) dapat diambil di rapidshare:

Selain file-file diatas, ada satu file movie yang ukurannya cukup besar (500 MB), aku split menjadi beberapa bagian :
Untuk yang nggak punya account rapidshare, silakan pake free account :)), atau foto-foto full sizenya dapat dilihat di: album.csui02.net. Disana juga udah ada koleksi foto-foto sebelumnya yang dulu pernah disimpan di tuma. Thanks buat Iang yang sudah menyediakan semua fasilitas ini. Untuk movie yang sudah direkam kemarin, aku nggak tahu apakah bisa ditampilkan di album fotonya atau nggak. Jika ada pertanyaan, silakan japri langsung ke saudara Iang. :P

Thursday, July 05, 2007

Mencoba untuk tidur 8 jam sehari :P

Beberapa hari ini aku mencoba untuk tidur lebih cepat dari biasanya. Maunya sih supaya bisa tidur 7-8 jam sehari. Mungkin tidur 7-8 jam sehari bisa dibilang kebanyakan. Tetapi menurutku nggak juga. Ada pula yang bilang tidur itu yang penting adalah kualitasnya, bukan kuantitasnya. Dan kurasa memang ada benarnya. Tetapi sejauh yang aku rasakan, kualitas tidurku sepertinya baik-baik aja tuh. Setiap hari bisa tidur nyenyak. Namun jika memaksakan cuma tidur 5 atau cuma 6 jam sehari walaupun bisa nyenyak, rasanya keesokan harinya aku merasa nggak fresh.

Masalah kurang fresh ini pun berlanjut. Nggak hanya badan yang capek. Tetapi pikiran juga terpengaruh. Sering sekali emosiku menjadi tidak stabil jika malam sebelumnya aku kurang tidur. Aku menjadi mudah cemas, kurang bisa berpikir dengan jernih, dan terkadang sering menjadi pesimis pada hari itu. Entahlah, apakah ini hanya terjadi padaku atau ada orang lain yang mengalaminya juga. Anehnya, kebiasaan tidur larut malam ini mempunyai efek adiktif. Jika sudah terbiasa tidur larut malam, sulit sekali untuk mengubah pola tidur ini menjadi tidur lebih awal. Seolah malah mencari justifikasi bahwa tidur lebih larut artinya aku dapat memanfaatkan waktu lebih banyak untuk mengerjakan hal-hal yang lain.

Ada juga temanku yang mengatakan tidak ada masalah untuk tidur larut malam dan seolah jika tidur terlalu awal dia merasa kurang efektif dalam memanfaatkan waktu. Seringkali aku juga berpikir demikian. Namun, sepertinya dari jatah waktu yang aku miliki dalam sehari, rasanya masih banyak waktu-waktu yang aku gunakan untuk hal-hal yang kurang penting. Kurasa daripada mengurangi jatah waktu untuk tidur untuk mengerjakan sesuatu hal yang lain, lebih baik memaksimalkan efektifitas penggunaan waktu di saat-saat yang lain. Hhh... walaupun ini bukan sesuatu hal yang mudah untuk dilakukan.

Paling tidak, beberapa hari ini pikiranku terasa lebih jernih dan lebih segar. Selain itu, aku merasa bisa lebih tenang dan lebih menikmati hidup ini, berpikir lebih positif, dan mencoba mengabaikan hal-hal yang dapat merusak emosiku pada hari itu yang selanjutnya akan membuatku merasa lebih senang dan bahagia. Ahh... Kebahagiaan memang dapat diciptakan, dan tentu saja itu adalah pilihan :D

Tuesday, July 03, 2007

Butuh Inspirasi

Beberapa hari ini aku mencoba berburu film-film yang genre nya film anak-anak atau film keluarga. Berhubung rasanya terkadang bosan juga menonton film-film yang genrenya Action, Drama, bahkan Thriller. Alasannya, selain terkadang ujung-ujungnya nggak jelas dan agak-agak mengecewakan, filmnya juga agak-agak berat buat ditonton.

Beberapa hal yang aku suka dengan dengan film-film anak-anak adalah ceritanya ringan dan biasanya selalu happy ending. Jadi bisa aku tonton tanpa tergantung kondisi mood ku. Cukup menghibur ketika mood lagi nggak bagus. Karena memang untuk anak-anak, jadinya alur ceritanya lebih mudah dicerna dan dimengerti. Ada bagian yang menurutku menyenangkan, ada pula bagian-bagian yang mengharukan dan bagian ini biasanya lebih mengena dibandingkan dengan film-film dari genre lain. Terlebih lagi, biasanya film-film seperti ini memiliki tema persabahatan, kasih sayang, dan segala sesuatu yang menurutku malah dapat memberikan inspirasi tentang kehidupan yang sedang aku jalani sekarang.

Menarik sekali rasanya. Justru aku malah mendapatkan banyak pelajaran dari film-film ini. Banyak pelajaran-pelajaran yang bisa aku ambil dan mungkin aku jadikan sebagai bahan perenungan. Entah... aku menyukai hal ini karena aku memang suka dengan cerita-cerita anak kecil ataukah karena memang aku sudah tak menemukan sesuatu yang dapat memberikan aku inspirasi dari film-film dari genre lain.

Monday, July 02, 2007

Nice Sunday

Hari minggu kemarin, tepatnya tanggal 1 Juli, aku berencana untuk menghadiri acara pernikahan kakak kelasku bersama teman-teman kuliahanku dulu. Seperti biasa, untuk acara-acara seperti ini aku biasanya berangkat bareng temenku yang bawa mobil. Nebeng lah istilahnya. Dan seperti biasa pula, aku nebeng temenku, Iang.

Aku janjian ama dia di daerah Mangga Besar (Ps Minggu) sekitar jam 10an. Dan dilanjutkan dengan menjemput temanku yang lain. Jadi, yang berangkat dalam satu rombongan itu adalah Aku, Wira, Iang, Kania, dan adiknya. Acara resepsi pernikahan kakak kelasku diadakan di Balai Sudirman. Dan lucunya ketika kami sudah mau masuk ke tempat acaranya, ada sesuatu yang terlupa. Apalagi kalau bukan masalah amplop. Dan herannya nggak satupun dari kami yang ingat akan hal itu. Akhirnya beli dulu deh amplopnya. Aah... ada-ada saja.

Di acara resepsi, aku ketemu dengan teman-temanku, baik yang seangkatan maupun teman-teman kakak kelasku dulu. Seneng juga dateng ke acara seperti ini. Bisa ketemu dengan banyak teman-teman yang biasanya susah sekali ditemui. Berhubung ini memang acaranya bukan acara temen seangkatan, jadinya foto untuk acara kemarin cuma seadanya. :P









Acara kemudian dilanjutkan ke Plangi. Hari itu memang rencananya aku dan teman-temanku mau nonton Transformer di Plangi. Lumayan juga udah lama nggak nonton bareng temen-temen kuliahan. Dan lebih lumayan lagi, perut sudah kenyang karena sudah makan siang di acara resepsi. Hehehe...

Filmnnya menurutku lumayan bagus. Efek-efeknya ditampilkan dengan sangat detail. Entah lah gimana tuh bikin filmnya. Walaupun film ini masuk kategori Action, banyak juga adegan-adegan lucunya. Cuma sayangnya alur ceritanya menurutku biasa-biasa saja. Banyak hal-hal yang cukup membingungkan di dalam film ini, termasuk di bagian endingnya.
Terlebih lagi ketika sudah akhir-akhir terlalu banyak adegan berantemnya. Yang menurutku malah membuat film ini terasa agak-agak membosankan. Pusing juga ngeliatin mana robot kawan dan mana robot lawan. Ah yang jelas, kurasa film ini sangat layak untuk di tonton, bagus banget visual efeknya.

Dan sebelum meninggalkan bioskop, seperti biasa, kami foto-foto dulu :D