Wednesday, June 06, 2007

Kebahagiaan adalah pilihan

Hidup tak selamanya menyenangkan. Dalam menjalani kehidupan ini selalu ada masalah-masalah dan cobaan-cobaan yang harus dilalui. Selalu ada hal-hal yang mungkin membuat kita merasa kecewa, sedih, menderita, dan mungkin putus asa. Seperti ketika ada seseorang yang telah menyakiti hati dan membuat kita sedih. Untuk sebagian orang, tentu saja hal ini bukanlah hal yang mudah untuk dilupakan begitu saja. Sementara untuk sebagian yang lain dapat dengan ikhlas menerima hal ini.

Ketika kita mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan, kita dapat memilih respons terhadap perlakuan tersebut. Apakah kita memilih untuk menderita atau memilih untuk tidak menderita. Eleanor Roosevelt mengemukakan, "Tak seorang pun dapat menyakiti anda tanpa persetujuan anda." Kita memiliki kebebasan untuk memilih apakah kita ingin bahagia atau tidak. Berhentilah untuk menyalahkan orang lain atas perlakuan mereka terhadap diri kita sendiri. Jangan biarkan diri kita dikendalikan oleh perlakuan orang lain. Kita bukan sasaran tindakan dari perlakuan orang lain.

Kita bisa saja merasa sedih dan kecewa. Tetapi, kita juga bisa menerima keadaan ini dan mencoba untuk mengintrospeksi diri kita sendiri mengapa orang lain bisa memberikan perlakuan yang kurang menyenangkan pada diri kita. Jangan berpikir untuk memberikan perlakuan yang sama, karena hal ini tidak akan menyelesaikan masalah. Lebih baik berfokus pada hal-hal yang berada dalam kendali kita. Jangan terlalu berharap agar orang lain dapat berubah karena itu diluar kendali kita. Beruntung jika orang tersebut dapat berubah. Jika tidak, bukannya mendapat kebahagiaan, tetapi rasa kecewa yang kita dapat. Terkadang hal yang paling sulit dari semua ini adalah mengenali hal-hal mana yang dapat kita ubah menjadi lebih baik dan hal-hal mana yang memang berada diluar kendali kita.

Inti dari semua ini adalah sikap ikhlas dalam menerima semua keadaan yang terjadi pada diri kita, baik keadaan yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan. Mengapa kita harus larut dalam kesedihan dan kekecewaan jika kita bisa melakukan sesuatu untuk memperbaiki diri dan meraih kebahagiaan. Kebahagiaan dapat kita ciptakan sendiri dan untuk menciptakannya, kita mempunyai pilihan apakah kita mau melakukannya atau tidak.

0 comments: