Sunday, June 17, 2007

Editor apa yang bagus di Ubuntu???

Setelah merasa cukup jenuh menggunakan Windows, beberapa waktu lalu aku mencoba untuk menggunakan Linux kembali. Sudah lama Ubuntu yang sudah ku upgrade dari 6.10 ke 7.04 nggak aku pake lagi. Sayang aja kalo udah cape-cape di install kemudian nggak dipake lagi. Yah, itung-itung sekalian download update-update terbaru lah.

Berhubung minggu ini banyak sekali kerjaan yang berhubungan dengan kodingan, aplikasi Ubuntu yang aku gunakan tak jauh dari text editor untuk HTML dan PHP. Aku mengalami masalah dalam hal pemilihan text editor di Ubuntu. Sejauh ini, aku belum begitu terbiasa mengembangkan suatu aplikasi menggunakan Ubuntu. Paling banter yang aku pakai cuma text editor biasa semacam gedit. Setelah nanya-nanya temenku tentang editor yang paling oke, aku dianjurkan untuk menggunakan Bluefish. Editornya lumayan bagus. Simpel dan nggak aneh-aneh. Ada syntax highlightingnya yang cukup membantu. Namun entah kenapa justru fitur ini yang sering membuat masalah. Terkadang ketika sedang asyik-asyik coding, fitur ini jadi ngaco. Separuh file ada syntax highlightingnya sementara separuh file yang lain cuma plain text saja. Duh, kode-kode PHP nya jadi nggak enak dipandang deh.

Pilihan lain adalah Screem, gPhpedit, Quanta Plus, emacs, dan vim. Emacs dan vim konon katanya bagus. Tetapi learning curve nya agak-agak nggak bagus. Setelah aku coba juga ternyata sepertinya tampilan editor-editor ini kurang user friendly.

Menurut info yang aku dapat dari suatu forum, editor yang paling bagus adalah Screem. Ternyata editornya oke juga. Ada fitur syntax highlighting dan code foldingnya. Tetapi menurutku masih ada yang kurang. Di dalam IDE nya, tidak ada panel untuk browsing file. Padahal fitur ini mempercepat dan memudahkanku untuk membuka file-file lain yang masih berada dalam satu direktori. Terlebih lagi sepertinya Screem lebih cocok digunakan sebagai editor HTML, bukan PHP.

Akhirnya aku mencoba Quanta Plus. Iseng-iseng karena aplikasinya sudah terinstall di Ubuntu punyaku. Kesan pertamaku menggunakan editor ini adalah tampilannya yang cukup kompleks dan memiliki banyak menu-menu di menubarnya, yang menunjukkan bahwa editor ini memiliki fitur-fitur yang lumayan banyak. Semua fitur-fitur seperti syntax highlighting, code folding, panel untuk browsing file, list fungsi-fungsi PHP yang sudah aku buat, hingga fitur code completion, semuanya ada disini. Menurutku, jika dibandingkan dengan Screem, Quanta masih unggul. Sepertinya sih karena Quanta tidak seperti Screem yang aku rasa hanya spesifik untuk menangani file-file HTML saja. Sayangnya menurutku syntax highlighting pada Quanta tidak sebaik di Screem. Hanya masalah pemilihan font dan warna saja siy. Cuma males aja mesti mengubah settingan-settingan default yang sudah tersedia disitu. :P

Selain Quanta Plus, aku juga menemukan editor lain, yaitu Komodo Edit. Sayangnya editor ini walaupun free tetapi tidak open source dan tidak ada pada package Ubuntu. Selain untuk Linux, ada juga versi untuk Windowsnya. Namun untuk versi Windows, aku lebih suka menggunakan Notepad++. Versi Komodo Edit yang aku gunakan adalah versi 4.1. Tampilan Komodo Edit jauh lebih sederhana dibandingkan dengan Quanta Plus. Namun jangan salah, walaupun lebih sederhana, fitur-fiturnya lumayan OK. Fitur syntax highlighting, code folding, dan auto complete ada disini. Syntax highlightingnya lebih enak dilihat dibandingkan dengan Quanta Plus. Selain itu fitur auto complete untuk fungsi-fungsi built in PHP pada editor ini lebih user friendly dibandingkan dengan Quanta. Jika pada Quanta untuk mengaktifkan auto complete harus menekan tombol Ctrl+Space, maka pada Komodo Edit, fitur tersebut akan aktif dengan sendirinya begitu kita mengetikkan beberapa karakter dari nama fungsi yang akan diketik. Bahkan fungsi auto completenya tidak hanya berlaku untuk fungsi-fungsi built in PHP saja, namun berlaku juga untuk nama variabel dan nama fungsi lokal yang ada di dalam file yang sedang diedit. Selain itu, terdapat fitur lain yang tidak dimiliki oleh Quanta, yaitu fitur IntelliSense. Sebagai contohnya, misalkan ada potongan kode seperti dibawah ini:


class Test
{
var $var1;

function Function1($var1, $var2)
{
. . .
}

function Function2()
{
. . .
}
}
Lalu diluar kelas tersebut kita mengetikkan

$test = new Test();
$test->Function2();

maka ketika kita mengetikkan $test-> akan muncul daftar semua fungsi dan variabel yang dimiliki oleh class Test. Sejauh ini aku belum menemukan editor gratisan untuk PHP yang memiliki fitur ini. Entah apakah aku yang terlalu ketinggalan jaman atau karena aku baru nemu aja. Dulu banget aku percaya bahwa IntelliSense itu akan sangat sulit diterapkan di PHP. Karena semua variabel di PHP dianggap sebagai variant atau apalah (nggak tahu istilahnya apa). Tetapi ternyata anggapan itu menjadi hilang sekarang. Ternyata ada juga editor yang dapat mem-parsing tipe variabel untuk PHP disaat design-time. Walaupun aku rasa fitur ini hanya berlaku jika secara eksplisit statement:

$test = new Test();

masih berada dalam satu scope dengan statement

$test->Function2();

Berbicara tentang fitur, sayangnya Komodo Edit tidak memiliki panel untuk melakukan browsing file seperti di Quanta. Tetapi editor ini memiliki toolbar yang dapat menampilkan file-file yang masih berada dalam satu folder dengan file yang sedang diedit melalui sebuah combo box. Untuk membuka file di folder lain secara cepat, ada pilihan untuk memilih folder dimana nanti akan ditampilkan file-file yang berada dalam folder tersebut.

Hmm... begitu banyak pilihan dalam memilih editor mana yang paling cocok. Menurutku sih Quanta atau Komodo Edit cukup mencukupi. Entah jika ada editor lain yang lebih bagus. Ada yang tahu editor lain yang lebih baik dari yang telah aku sebutkan diatas???

10 comments:

feha said...

situ bosen ama windows....lah w bosen ama Ubuntu :p

Eko Budi Prasetyo said...

Hehehe... kenapa bosen ama Linux? Bukannya situ yg selalu ngegembor2in biar pake Linux? :P

Anonymous said...

gw juga kangen sama ubuntu. ni kantor pake barangnya bill semua *sux*

btw, vim is the best dong!! *raditor*

~syn

joe said...

TextMate donk... ups itu di mac, hihi promosi buat yg lg bosen ama windows dan ubuntu hehe xP

Eko Budi Prasetyo said...

@syn : Bukannya udh install ubuntu di Mac loe?

@joe : Ada versi Ubuntunya ga? :P

Irpan said...

retro coding dong pake emacs atau vim :), kalo install kde, coba pake kate deh, kayanya bagus.
oh iya lupa ko, coba aja anjuta ya, trus eclipse, netbeans, qt designer... banyak deh ;p

Eko Budi Prasetyo said...

Hmm.. keliatannya anjuta, eclipse, dan netbeans cocoknya buat C++ atau Java deh. Kate lumayan simpel dan ada code foldingnya. Tapi menurutku masih lebih bagusan Komodo Edit. Walaupun nggak open source, aku salut ama kemampuan IntelliSensenya.

Anonymous said...

mas, blognya bikin sakit mata bacanya.

mk said...

pake netbeans php.....

Anonymous said...

kalo suka bosen sama semua os mending pake virtualbox kk biar bisa gonta ganti os tanpa booting PC ahaha