Monday, May 28, 2007

Menata Hidup

Dulu sekali, bahkan sebelum aku lulus kuliah, aku berharap suatu saat nanti aku bisa menjalani hidup yang lebih baik dibandingkan dengan keadaanku saat itu. Pada saat itu aku menjalani masa-masa yang bisa kubilang 'nggak bener'. Ngurusin proyek-proyek yang sebenarnya cuma memenuhi hobiku aja. Ujung-ujungnya kurang tidur dan hidup serasa berantakan. Untungnya gara-gara itu aku nggak sampe sakit. Terlebih lagi setelah ngerjain proyek-proyek di kampus. Tempat tinggalku pun pindah ke kampus. Selama setahun aku biasa menginap di kampus. Dalam jangka waktu tersebut, rasanya udah nggak karuan banget. Hidup itu serasa cuma buat kerja, maen game, dan download. Aku merasa ada bagian yang hilang.

Keinginanku dulu adalah aku suatu saat nanti bisa menjalani kehidupan yang normal. Yang aku maksud dengan normal disini adalah aku dapat menggunakan waktu yang aku miliki secara proporsional, nggak berat sebelah, yang waktu itu kebanyakan aku gunakan untuk bekerja. Bahkan kalau bisa aku kerja di lingkungan yang core businessnya bukan IT (Alhamdulillah keinginanku terkabul). Pikiranku saat itu adalah: aku sudah lelah menjadi programmer. Sebenarnya itu adalah pekerjaan yang sangat menyenangkan dan menantang menurutku. Tapi karena sangat menyenangkan itu lah, aku khawatir aku jadi lupa waktu dan nggak bisa menata hidupku dengan baik. Terlebih lagi dengan kenyataan bahwa terkadang pekerjaan sebagai programmer itu memang berat. Apalagi jika usernya rewel dan minta perubahan yang nggak-nggak. Duh, bisa-bisa nggak tidur semaleman cuma untuk membereskan potongan-potongan kode yang salah. Pernah dapet user yang rewelnya minta ampun, yang nggak konsisten, minggu pertama minta A, minggu kedua minta A diganti jadi B, besoknya lagi minta B diganti jadi C, dan yang terakhir, minta ganti lagi jadi A. Hhh.... sebagai programmer aku juga nggak bisa apa-apa. Soalnya posisi tawarku kan rendah banget. Memang bener tuh apa kata temenku dulu. Kalau udah kedua bos sudah setuju (dalam artian bos kita ama bos klien), ya susah deh jadinya.

Saat ini, aku mempunyai banyak waktu luang. Walaupun aku merasa jadi kurang produktif, aku mencoba membuang pikiran-pikiran itu. Sudah saatnya aku membuka pikiranku pada hal-hal lain diluar 'produktif' atau 'kurang produktif' tadi. Aku mencoba untuk menemukan tujuan jangka panjangku, yaitu tujuan hidupku yang selama ini aku abaikan. Selama ini, aku merasa hidupku seolah tanpa tujuan yang jelas. Ibaratnya aku cuma menjalani hidup ini tanpa mengetahui apa tujuan hidupku selama ini. Hidup seolah untuk bekerja dan bekerja, padahal masih banyak hal-hal lain yang seharusnya mendapat prioritas yang lebih baik.

Dalam beberapa bulan terakhir ini, aku telah mencoba untuk menemukan jati diriku. Memang kedengarannya lucu juga. Dalam usiaku yang sudah mau beranjak ke 23 tahun pada tahun ini, aku masih mengurusi apa yang namanya jati diri. Dengan waktu yang aku miliki, aku mencoba untuk menata hidupku dengan membuat perencanaan-perencanaan dalam beberapa waktu ke depan. Mencoba membuat target-target yang harus aku penuhi dalam jangka waktu tertentu. Aku juga berusaha untuk membuat target-target harian dan membuat hidupku menjadi teratur dan lebih baik dari sebelumnya. Harapanku adalah, ketika aku mengetahui dan dapat menetapkan apa tujuan hidupku, sepanjang hidupku aku akan memiliki pegangan, sehingga aku tahu jika sewaktu-waktu aku tersesat lagi. Selain itu, aku juga akan selalu berusaha mencapai tujun hidupku ini, karena aku tahu apa yang seharusnya aku tuju.

Mencapai tujuan hidup menjadi orang yang lebih baik itu aku rasa sangat sulit. Apalagi ketika aku harus membuang kebiasaan-kebiasaanku yang kurang mendukung dan memulai untuk membentuk kebiasaan-kebiasaan yang baik. Walaupun sulit, semuanya harus aku coba, dan tentunya aku harus konsisten dengan rencana-rencana yang telah aku buat. Aku yakin, suatu saat nanti aku akan menuai hasil dari kebiasaan-kebiasaan yang baik ini.

4 comments:

Ramot said...

well, we still got a lot of time, soalnya buat cowo kan ada pepatah "life begins at 40"

:p

paPiRu said...

whew... ternyata cowo pikirannya berat yah ^^

tiwi said...

tergantung orangnya sih, vit :P

Eko Budi Prasetyo said...

@ramot:
"well, we still got a lot of time"

itu maksudnya siapa Mot? Mewakili orang-orang yg suka nginep di kampus kah? :P