Wednesday, May 23, 2007

Keberuntungan atau Kemalangan???

Kebetulan menemukan artikel yang menurutku bagus dari milis:

Alkisah jaman dahulu kala ada seorang petani miskin yang hidup dengan seorang putera nya. Mereka hanya memiliki seekor kuda kurus yang sehari-hari membantu mereka menggarap ladang mereka yang tidak seberapa. Pada suatu hari, kuda pak tani satu2 nya tersebut menghilang, lari begitu saja dari kandang menuju hutan.

Orang-orang di kampung yang mendengar berita itu berkata: "Wahai Pak tani, sungguh malang nasibmu!".

Pak tani hanya menjawab, "Malang atau beruntung? Aku tidak tahu …"

Keesokan hari nya, ternyata kuda pak Tani kembali ke kandangnya, dengan membawa 100 kuda liar dari hutan. Segera ladang pak Tani yang tidak seberapa luas dipenuhi oleh 100 ekor kuda jantan yang gagah perkasa. Orang2 dari kampung berbondong datang dan segera mengerumuni "koleksi" kuda2 yang berharga mahal tersebut dengan kagum. Pedagang2 kuda segera menawar kuda2 tersebut dengan harga tinggi, untuk dijinakkan dan dijual. Pak Tani pun menerima uang dalam jumlah banyak, dan hanya menyisakan 1 kuda liar untuk berkebun membantu kuda tua nya.

Orang-orang di kampung yang melihat peristiwa itu berkata: "Wahai Pak tani, sungguh beruntung nasibmu!".

Pak tani hanya menjawab, "Malang atau beruntung? Aku tidak tahu …"

Keesokan hari nya, anak pak Tani pun dengan penuh semangat berusaha menjinakan kuda baru nya. Namun, ternyata kuda tersebut terlalu kuat, sehingga pemuda itu jatuh dan patah kaki nya.

Orang-orang di kampung yang melihat peristiwa itu berkata: "Wahai Pak tani, sungguh malang nasibmu!".

Pak tani hanya menjawab, "Malang atau beruntung? Aku tidak tahu …"

Pemuda itupun terbaring dengan kaki terbalut untuk menyembuhkan patah kaki nya. Perlu waktu lama hingga tulang nya yang patah akan baik kembali. Keesokan hari nya, datanglah Panglima Perang Raja ke desa itu. Dan memerintahkan seluruh pemuda untuk bergabung menjadi pasukan raja untuk bertempur melawan musuh di tempat yang jauh. Seluruh pemuda pun wajib bergabung, kecuali yang sakit dan cacat. Anak pak Tani pun tidak harus berperang karena dia cacat.

Orang-orang di kampung berurai air mata melepas putra-putra nya bertempur, dan berkata: "Wahai Pak tani, sungguh beruntung nasibmu!".

Pak tani hanya menjawab, "Malang atau beruntung? Aku tidak tahu …"

-----
Walaupun kisah diatas cukup sederhana, tetapi aku merasa mendapatkan banyak inspirasi. Semua ini sudah ada yang mengatur. Terkadang sesuatu yang dirasakan sebagai kemalangan, dapat berbalik menjadi keberuntungan di waktu yang lain. Yang penting adalah bagaimana kita menyikapi semua keadaan yang telah terjadi pada diri kita dan mengambil setiap hikmah dan pelajaran yang tersembunyi dibalik setiap kejadian tersebut. Marilah kita menyikapi hidup ini dengan lebih bijaksana. Mencoba untuk tidak mengeluh dengan apa-apa yang kita anggap sebagai suatu musibah atau ketidakberuntungan, tetapi menboba untuk mensyukuri semua hal yang telah kita dapatkan.

5 comments:

Anonymous said...

cukup ngena juga artikelnya, jadi encourage kita buat berpikir kalo dari setiap musibah yang kita alami itu pasti ada hikmahnya..

kunderemp said...

Aku agak-agak lupa tuh cerita dari mana. Kalau gak Tiongkok, dari Vietnam.

Trus pertama kali membaca di Majalah Bobo di hmm.. pertengahan 90-an.Jika tidak salah ingat.

ipun said...

Ah pak tani nya ga decisive nih..

Ketika kuda hilang = malang
kuda kembali + 100 kuda = beruntung

kaki patah = malang
ga ikut perang = beruntung

gitu aja koq repot :P

Ramot said...

ya elah gitu aja masa gak tau dia malang atau beruntung... trus gak ngaku kalau dia salah...

- salah lupa nutup pintu kandang kudanya sehingga kudanya lari
- salah milih kuda untuk disimpan. seharusnya kuda ini dijual aja. jual semua trus beli satu kuda dari orang lain yang memang sudah jinak.
- emang kaalu gak ikut perang artinya beruntung? siapa tau abis balik perang anaknya berpangkat jendral trus jadi kaya deh...

~oi oi, stop oi! :p

Anonymous said...

ah ramot, dikau negative sekali.. :P