Thursday, May 10, 2007

Dunia Tanpa Koding

Sesuai dengan judul tulisan ini, Dunia Tanpa Koding ini merepresentasikan tempat aku kerja sekarang. Sebenernya sih ada lah kerjaan-kerjaan koding dikit, cuma porsinya memang dikit banget, dan kebetulan aku nggak menemukan ungkapan yang lebih baik. Di tempat kerjaku saat ini, paling banter cuma bikin script yang itupun jalannya di background. Dan scriptnya kalo dikerjain juga paling sehari udah kelar. Walaupun dari pengembangan script ini aku bisa belajar hal-hal baru, tapi apa yang kupelajari sifatnya 'melebar' bukan 'mendalam' seperti yang aku harapkan. Kurasa di tempat kerjaku saat ini agak-agak sulit untuk mempelajari sesuatu lebih dalam lagi. Karena memang scope kerjaan yang bisa di-koding nggak terlalu besar.

Dulu, harapanku adalah bisa membuat suatu kode yang lebih baik dari sebelumnya. Entah kenapa dalam membuat kode itu aku selalu ingin lebih baik dari sebelumnya. Entah hasil kode yang aku buat itu tampak lebih baik lah - alias mudah dibaca, lebih efisien lah, lebih modular lah, dan lain sebagainya. Pengen banget belajar teknik-teknik rekayasa perangkat lunak agar kode yang aku buat itu semakin baik. Sayangnya, sekali lagi, di tempat kerjaku ini memang core nya bukan IT. Untuk membuat script-script yang kecil sih nggak perlu teknik-teknik khusus. Apalagi scriptnya dibuat dengan menggunakan bahasa PHP yang menurutku kurang enak dibaca (kebanyakan tanda $, kesannya seperti mata duitan banget). Terlebih lagi yang dipakai disini masih PHP 4, untuk OOP nya masih setengah-setengah. Tambah parah deh...

Aku jadi bingung. Di satu sisi, aku sering merindukan yang namanya koding. Tapi di sisi yang lain, aku merasa bahwa masih banyak hal-hal lain yang lebih menyenangkan dari koding. Sepertinya kuliah selama 4 tahun di Fasilkom ini telah mengajariku doktrin bahwa koding itu adalah hal yang paling menyenangkan. Koding memang menyenangkan, tetapi dalam batas tertentu saja. Karena koding itu kuanggap sebagai hobi, maka jika ada kerjaan yang membutuhkan koding, pasti akan kulakukan dengan senang hati, walaupun mesti tidur larut malam dan sampai lupa makan. Nah inilah hal yang tidak aku suka dari koding. Koding itu seringkali membuat aku lupa waktu dan mengabaikan hal-hal lainnya yang kurasa jauh lebih penting dari sekedar memuaskan hobi. Namanya juga hobi, jika ada kesempatan akan susah untuk tidak dilakukan.

Kalau kupikir-pikir lebih dalam, aku seharusnya bersyukur dengan keadaanku sekarang ini, terlepas dari aku bisa memenuhi keinginanku untuk koding atau nggak. Dulu banget, jauh sebelum aku lulus kuliah, keinginanku adalah aku bisa kerja di tempat yang core nya bukan IT, alias kerjaannya nggak berkutat di koding aja. Dan ternyata harapanku kini sudah terpenuhi. Walaupun kerjaan koding di tempat kerjaku sedikit, entah kenapa aku merasa senang, karena bisa membagi-bagi waktuku untuk hal-hal lain yang lebih berguna.

Semoga saja dengan keadaanku yang sekarang ini aku bisa menjadi manusia yang lebih baik, yang nggak terlalu fokus ama kodingan. Walaupun ada harapan-harapanku yang tidak dapat aku penuhi, aku merasa telah mendapatkan hikmah yang jauh labih besar dengan 'Dunia Tanpa Koding' ini, yang justru membuatku merasa berysukur sekali dengan keadaanku sekarang. Saat ini aku merasa banyak sekali nikmat Allah yang aku rasakan, terutama setelah aku berada di 'Dunia Tanpa Koding' ini (sebenarnya dari dulu juga sudah merasakan, cuma karena kurang bersyukur aja :P). Seperti firman Allah dalam Surat Ar Rahmaan 13:

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Maka aku merasa, tak seharusnya aku mengeluh dengan keadaan yang aku terima sekarang. Bahwa semuanya ini telah menjadi jalanku, dan aku harus selalu mensyukurinya.

Catatan:
Nggak bermaksud memberikan tanggapan yang negatif kepada orang-orang yang suka koding atau yang kerjaannya berkutat dengan koding loh ya! No offense....

1 comments:

Amz said...

Yup..
yang terjadi pada kita sekarang adalah yang terbaik yang 4JJI berikan..

Bener ga? Bisi aku salah ;p

Tapi kadang kita melupakan nikmat ituh..Untuk hanya sekedar mengucap syukur saja kayanya lupa..

(bukan niat hati menggurui, hehe)