Tuesday, May 29, 2007

Jalan-jalan...

Pagi-pagi tadi, secara tak terduga GM ku ngajakin ke acara Workshop & Exhibition yang diadakan oleh Ericsson di Hotel Shangri-La. Sepertinya karena Ericsson baru saja memperingati ulang tahunnya yang ke-100 berada di Indonesia. Baru nyadar, ternyata sebelum Indonesia merdeka, Ericsson sudah masuk ke Indonesia. Nggak tahu juga tuh dulu waktu pertama kali masuk Indonesia ngapain aja. :P

Acaranya menurutku lumayan menarik. Ericsson membawa beberapa Content Provider dari Swedia yang menurutku menawarkan konten-konten yang lumayan bagus. Ericsson juga mengundang beberapa Content Provider lokal untuk diikutkan dalam acara Exhibitionnya. Yang diundang lumayan banyak juga. Kebanyakan sih dari Content Provider dan para operator telekomunikasi lokal. Acara ini juga dihadiri oleh Menteri Perdagangan Swedia, Duta Besar Swedia, dan Menteri Menkominfo yang baru. Maklum sih, dalam acara ini Ericsson sepertinya ingin mengangkat masalah hubungan bilateral kedua negara yang konon selama ini tidak pernah disorot (katanya sih bgitu). Selain itu, ada acara pemberian atau lebih tepatnya penyerahan beasiswa kepada 3 orang yang terpilih untuk melanjutkan studinya ke Swedia. 3 orang itu masing-masing dari ITB, ITS, dan UGM. Kecewa juga nggak ada yang dari UI :(.

Yah..lumayan juga ikut acara-acara beginian. Bisa ketemu orang-orang baru dan dan mencoba membuka mata terhadap teknologi-teknologi baru yang up-to-date yang mungkin belum diimplementasikan di sini. Beruntung juga aku suka masuk pagi ke kantor. Kalo nggak sih, mana mungkin tadi diajakin. ;) Terlebih lagi atasanku care untuk masalah-masalah yang seperti ini. Tiap kali ada acara-acara yang seperti ini, anak-anak yang baru masuk pasti disuruh ikut. Alhamdulillah... Semuanya harus disyukuri...

Monday, May 28, 2007

Menata Hidup

Dulu sekali, bahkan sebelum aku lulus kuliah, aku berharap suatu saat nanti aku bisa menjalani hidup yang lebih baik dibandingkan dengan keadaanku saat itu. Pada saat itu aku menjalani masa-masa yang bisa kubilang 'nggak bener'. Ngurusin proyek-proyek yang sebenarnya cuma memenuhi hobiku aja. Ujung-ujungnya kurang tidur dan hidup serasa berantakan. Untungnya gara-gara itu aku nggak sampe sakit. Terlebih lagi setelah ngerjain proyek-proyek di kampus. Tempat tinggalku pun pindah ke kampus. Selama setahun aku biasa menginap di kampus. Dalam jangka waktu tersebut, rasanya udah nggak karuan banget. Hidup itu serasa cuma buat kerja, maen game, dan download. Aku merasa ada bagian yang hilang.

Keinginanku dulu adalah aku suatu saat nanti bisa menjalani kehidupan yang normal. Yang aku maksud dengan normal disini adalah aku dapat menggunakan waktu yang aku miliki secara proporsional, nggak berat sebelah, yang waktu itu kebanyakan aku gunakan untuk bekerja. Bahkan kalau bisa aku kerja di lingkungan yang core businessnya bukan IT (Alhamdulillah keinginanku terkabul). Pikiranku saat itu adalah: aku sudah lelah menjadi programmer. Sebenarnya itu adalah pekerjaan yang sangat menyenangkan dan menantang menurutku. Tapi karena sangat menyenangkan itu lah, aku khawatir aku jadi lupa waktu dan nggak bisa menata hidupku dengan baik. Terlebih lagi dengan kenyataan bahwa terkadang pekerjaan sebagai programmer itu memang berat. Apalagi jika usernya rewel dan minta perubahan yang nggak-nggak. Duh, bisa-bisa nggak tidur semaleman cuma untuk membereskan potongan-potongan kode yang salah. Pernah dapet user yang rewelnya minta ampun, yang nggak konsisten, minggu pertama minta A, minggu kedua minta A diganti jadi B, besoknya lagi minta B diganti jadi C, dan yang terakhir, minta ganti lagi jadi A. Hhh.... sebagai programmer aku juga nggak bisa apa-apa. Soalnya posisi tawarku kan rendah banget. Memang bener tuh apa kata temenku dulu. Kalau udah kedua bos sudah setuju (dalam artian bos kita ama bos klien), ya susah deh jadinya.

Saat ini, aku mempunyai banyak waktu luang. Walaupun aku merasa jadi kurang produktif, aku mencoba membuang pikiran-pikiran itu. Sudah saatnya aku membuka pikiranku pada hal-hal lain diluar 'produktif' atau 'kurang produktif' tadi. Aku mencoba untuk menemukan tujuan jangka panjangku, yaitu tujuan hidupku yang selama ini aku abaikan. Selama ini, aku merasa hidupku seolah tanpa tujuan yang jelas. Ibaratnya aku cuma menjalani hidup ini tanpa mengetahui apa tujuan hidupku selama ini. Hidup seolah untuk bekerja dan bekerja, padahal masih banyak hal-hal lain yang seharusnya mendapat prioritas yang lebih baik.

Dalam beberapa bulan terakhir ini, aku telah mencoba untuk menemukan jati diriku. Memang kedengarannya lucu juga. Dalam usiaku yang sudah mau beranjak ke 23 tahun pada tahun ini, aku masih mengurusi apa yang namanya jati diri. Dengan waktu yang aku miliki, aku mencoba untuk menata hidupku dengan membuat perencanaan-perencanaan dalam beberapa waktu ke depan. Mencoba membuat target-target yang harus aku penuhi dalam jangka waktu tertentu. Aku juga berusaha untuk membuat target-target harian dan membuat hidupku menjadi teratur dan lebih baik dari sebelumnya. Harapanku adalah, ketika aku mengetahui dan dapat menetapkan apa tujuan hidupku, sepanjang hidupku aku akan memiliki pegangan, sehingga aku tahu jika sewaktu-waktu aku tersesat lagi. Selain itu, aku juga akan selalu berusaha mencapai tujun hidupku ini, karena aku tahu apa yang seharusnya aku tuju.

Mencapai tujuan hidup menjadi orang yang lebih baik itu aku rasa sangat sulit. Apalagi ketika aku harus membuang kebiasaan-kebiasaanku yang kurang mendukung dan memulai untuk membentuk kebiasaan-kebiasaan yang baik. Walaupun sulit, semuanya harus aku coba, dan tentunya aku harus konsisten dengan rencana-rencana yang telah aku buat. Aku yakin, suatu saat nanti aku akan menuai hasil dari kebiasaan-kebiasaan yang baik ini.

Sedih

ah... mengapa aku harus bersedih, ketika aku tahu bahwa semua yang aku miliki tidak ada yang abadi di dunia ini...

Friday, May 25, 2007

Coding For Health

For this last two weeks, I've been working for some small project. At this moment, two project is already finished. I call them small project because these projects are simple (I think) and could be done in one week. All of these projects process input, calculate it, and show the result. In my opinion, it's like a simulation program and it doesn't need a database to support its functionality. In general, I can say that I should be able to transform some excel formulas become lines of code. The most difficult and interesting part is how to analyze the problem and determine the data model for the problem. Then, for each model, I should determine the relationship between one model to another one. The other parts like designing GUI is not important for me, because it has no special requirement for the UI design.

I took these project because, yeah, as you can see in my previous post, I miss coding... ;) Sometimes I feel that I should refresh my ability in coding. Even in this situation it's very difficult for me to improve my ability in coding, at least I still be able to code. I realize, I don't have enough time to learn and follow the new up-to-date technologies and improvements in IT area. Because now, I'm working on telecommunication area. But, at least, I won't leave coding. I won't let my ability become unused. I know, by working on these kind of projects, I should be able to manage my time better than before. I should also sacrifice my rest time in order to finish these projects earlier. I feel tired and exhausted, but I felt so satisfied when I could solve some problem in these projects and finish it. These feeling of satisfaction will wash all these tiredness away. Thanks God, you've answered my wish.

-------
I remember five months ago, when I was still working on my campus with my friends. When we're frustrated with the requirements and should be able to modify the code in order to fit the requirements, but we were still determined to solve the problems, we would say like this : "Coding for health. Coding is good for your health. Just code at least 1000 lines of codes per day to make you healthier." Ahh... this stupid things will remains here in my mind. It's so funny. I miss it, when we're working together, crying together, frustrating together, and blaming each other when a problem appeared suddenly in our projects. I miss U all, my friends.

Wednesday, May 23, 2007

Keberuntungan atau Kemalangan???

Kebetulan menemukan artikel yang menurutku bagus dari milis:

Alkisah jaman dahulu kala ada seorang petani miskin yang hidup dengan seorang putera nya. Mereka hanya memiliki seekor kuda kurus yang sehari-hari membantu mereka menggarap ladang mereka yang tidak seberapa. Pada suatu hari, kuda pak tani satu2 nya tersebut menghilang, lari begitu saja dari kandang menuju hutan.

Orang-orang di kampung yang mendengar berita itu berkata: "Wahai Pak tani, sungguh malang nasibmu!".

Pak tani hanya menjawab, "Malang atau beruntung? Aku tidak tahu …"

Keesokan hari nya, ternyata kuda pak Tani kembali ke kandangnya, dengan membawa 100 kuda liar dari hutan. Segera ladang pak Tani yang tidak seberapa luas dipenuhi oleh 100 ekor kuda jantan yang gagah perkasa. Orang2 dari kampung berbondong datang dan segera mengerumuni "koleksi" kuda2 yang berharga mahal tersebut dengan kagum. Pedagang2 kuda segera menawar kuda2 tersebut dengan harga tinggi, untuk dijinakkan dan dijual. Pak Tani pun menerima uang dalam jumlah banyak, dan hanya menyisakan 1 kuda liar untuk berkebun membantu kuda tua nya.

Orang-orang di kampung yang melihat peristiwa itu berkata: "Wahai Pak tani, sungguh beruntung nasibmu!".

Pak tani hanya menjawab, "Malang atau beruntung? Aku tidak tahu …"

Keesokan hari nya, anak pak Tani pun dengan penuh semangat berusaha menjinakan kuda baru nya. Namun, ternyata kuda tersebut terlalu kuat, sehingga pemuda itu jatuh dan patah kaki nya.

Orang-orang di kampung yang melihat peristiwa itu berkata: "Wahai Pak tani, sungguh malang nasibmu!".

Pak tani hanya menjawab, "Malang atau beruntung? Aku tidak tahu …"

Pemuda itupun terbaring dengan kaki terbalut untuk menyembuhkan patah kaki nya. Perlu waktu lama hingga tulang nya yang patah akan baik kembali. Keesokan hari nya, datanglah Panglima Perang Raja ke desa itu. Dan memerintahkan seluruh pemuda untuk bergabung menjadi pasukan raja untuk bertempur melawan musuh di tempat yang jauh. Seluruh pemuda pun wajib bergabung, kecuali yang sakit dan cacat. Anak pak Tani pun tidak harus berperang karena dia cacat.

Orang-orang di kampung berurai air mata melepas putra-putra nya bertempur, dan berkata: "Wahai Pak tani, sungguh beruntung nasibmu!".

Pak tani hanya menjawab, "Malang atau beruntung? Aku tidak tahu …"

-----
Walaupun kisah diatas cukup sederhana, tetapi aku merasa mendapatkan banyak inspirasi. Semua ini sudah ada yang mengatur. Terkadang sesuatu yang dirasakan sebagai kemalangan, dapat berbalik menjadi keberuntungan di waktu yang lain. Yang penting adalah bagaimana kita menyikapi semua keadaan yang telah terjadi pada diri kita dan mengambil setiap hikmah dan pelajaran yang tersembunyi dibalik setiap kejadian tersebut. Marilah kita menyikapi hidup ini dengan lebih bijaksana. Mencoba untuk tidak mengeluh dengan apa-apa yang kita anggap sebagai suatu musibah atau ketidakberuntungan, tetapi menboba untuk mensyukuri semua hal yang telah kita dapatkan.

Tuesday, May 22, 2007

Photo Album

Last week, I tried Picasa Web Album service from Google. It provides 1GB free storages quota (and counting) ;). Then, for these last four days, I've uploaded most of my photo collection, especially photos from my campus community. I found out that I didn't have photos for some occasions involving my campus friends such as photos taken from the birthday celebration of Iang, Eka, Achie, Anti, and Prita which was held last month. Fortunately, I could copy my missing photos collection from tuma.vlsm.org, which stores all of these photos in full size. But, I couldn't SCP to tuma.vlsm.org from my office. Aaargh... the packets were blocked by the firewall. And fortunately, finally I could connect to tuma using SOCKS proxy illegally. Hehehehe... Thanks to Iang and Jefri for providing some spaces in tuma and made it accessible from outside.

Then, I reduced all of these photos to 1024 x 768 pixels and began to upload these photos using Picasa. Thanks to Picasa... It has simplified the uploading process. I just select the photos, and click Upload to Web Album, and everything will be done as I want.

So these are all of my photos collection which can be accessed at http://picasaweb.google.com/amphie:

  • Foto Narsis Admin (yeah... I found it on my computer, and sometimes I regret I have borrowed my digital camera to take these photos)

Friday, May 18, 2007

Orang aneh

Tiga hari yang lalu aku di miskol ama seseorang dari nomor 08136799XXXX. Karena nomornya nggak ada di phone book, aku miskol balik nomor tsb. Iseng aja sih. Soalnya penasaran juga kode HLR nya 67, yang waktu itu aku rasa bukan dari nomor Jakarta dan sekitarnya. Tak lama kemudian ada orang yang punya nomor itu kirim sms yang isinya permintaan maaf karena salah sambung ditambah dengan nanya-nanya nama dan tempat tinggalku. Pertanyaan tambahan itu mungkin sekalian aja buat basa-basi. Dan berhubung dia minta dibales, kuiyakan permintaannya. Aku balas sms nya, dengan menyertakan nama dan tempat tinggalku.

Kupikir semuanya akan beerakhir disini. Karena memang awalnya cuma salah sambung aja. Ternyata yang punya nomor yang tadi itu cewek, sebut aja X. Dan perbincangan melalui sms pun terus berlanjut. Sebenernya rada-rada males juga ngebalesin sms nya dia, soalnya si X ini selalu melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya personal, dan dari sms nya, aku rasa dia itu tipikal orang yang suka berhura-hura dan selalu mengikuti tren pergaulan saat ini. Berhubung aku merasa nggak enak kalau sms nya nggak aku balas, ya terpaksa deh aku balas sms nya. Tetapi pertanyaan-pertanyaan yang personal nggak kubalas.

Lebih jauh, si X ini malah minta aku jadi temen curhatnya dia??? What the... #@#%$@#$. Emangnya aku apaan. Kenal aja nggak ama dia. Huah... ada-ada aja. Sebagai informasi tambahan, si X ini ngakunya sih masih 16 tahun. Usia segitu menurutku sih wajar-wajar aja kalo masih labil dan masih mencari jati diri. Tapi, menurutku ini udah berlebihan. Daripada ntar malah berlanjut lebih jauh, terpaksa deh aku akhiri perbincangan di sms ini. Berhubung waktu itu sudah malam - mendekati jam 11-, aku bilang aja kalo aku mau segera tidur. Fiuh...

Ternyata masalah masih belum selesai... kemarin malam dia miskol dan kirim sms. Intinya sih nanyain apa aku udah punya pacar? dan sebenernya tipeku tuh spt apa? duuuh.... #%^@#$^#@ semakin runyam aja nih masalahnya. Akhirnya aku jawab pertanyaan-pertanyaannya dengan jujur. Kutambahin juga pandangan-pandangan dan sudut pandangku mengenai masalah ini yang sepertinya berlawanan sekali dengan sudut pandangnya dia. Untungnya, setelah itu pembicaraan berakhir, sepertinya karena dia udah menilai kalo aku tuh bener-bener beda ama dia dalam hal sudut pandang ini. Fiuhh... selameeeet....

Sepertinya lain kali aku harus berhati-hati dalam menangani sms-sms dari orang-orang yang tak dikenal. Kalo buat kenalan aja sih sepertinya nggak masalah, tapi kalo udah sampe nanya-nanya ke hal-hal yang sifatnya personal, mending di filter aja lah. Hal-hal lain diluar itu mungkin bagus juga agar aku bisa lebih open minded dengan situasi-situasi yang terjadi di luar sana, bahwa setiap orang memiliki pandangan-pandangan yang berbeda. Yang bisa saja, disatu sisi aku mengatakan benar, tapi mungkin dari sudut pandang orang lain, itu salah. Ah.. semoga kejadian ini tidak terulang lagi untuk kedepannya.

Wednesday, May 16, 2007

Singleton

Few days ago, my friend asked me about what is the point of Singleton? Well.. For this last four month, I never touch this kind of thing, Singleton and other kind of design pattern. So, I wasn't confident enough when I tried to explain what's the point of Singleton. But, because I used to use this design pattern and I think, it is the most frequent design pattern I've ever used, I still remember what Singleton is and what it is for.

In my opinion, Singleton is a design pattern which ensure a class only has one instance. I usually use it to provide a global access to a class, like a global variable which is accessible through all part of my codes. And it should be more efficient because it only has one instance.

Singleton pattern is implemented by creating a class which is responsible for keeping track of its sole instance and ensure that no other instance can be created. Finally, the class should provide a way to access the instance. This can be done by creating a static method which will check whether the instance of the class is already exist. This method will create a new instance if one doesn't exist and returns a reference to the instance if it already exists. The instance of the class is only accessible using this static method. To prevent the other way of instantiating object, the constructor of the class is made private or protected.

Below is an example of Singleton implementation using Java:


public class Singleton{

private static Singleton instance;

// Private constructor to prevent other class
// instantiate this Singleton class directly
private Singleton(){
}

// A static method which is used to access the instance
public static synchronized Singleton getInstance(){
if ( instance == null ){
instance = new Singleton();
}

return instance;
}

.
.
.

...
}



Notes that the synchronized keyword in the getInstance method is used to ensure that no more than one thread could access this method at the same time. If this method is being accessed by a thread, then another thread which will access this method will wait until first thread is finished. This is the way to enforce thread-safe programming.

To implement and use this Singleton pattern, just simply write:


Singleton singleton;
Singleton = Singleton.getInstance();

Monday, May 14, 2007

Telkomsel Flash

Iseng mencoba layanan Telkomsel Flash pake no Simpati yang selama ini nganggur. Maklum, sejak dapet no HALO, penggunaan no ku yang Simpati jauh berkurang. Mau dibuang juga sayang, soalnya itu no udah dari dulu aku punya. Berhubung pulsanya udah menumpuk, mending dipake buat nyoba-nyoba deh.

Aku mencoba paket yang Rp 30.000 selama 3 jam yang valid dalam waktu 24 jam dengan menggunakan N70 punyaku. Menurutku tarif segitu terlampau mahal lah. Tapi, kalo buat mencoba sih nggak apa-apa lah. Ternyata kecepatannya lumayan juga. Awal-awal sih sering terputus, dan aku nggak tau kenapa. Ah, yang penting sekarang udah bisa mencoba pake layanan ini. Aku coba untuk browsing dan chatting, semuanya berjalan dengan mulus. Dari speed meter nya Telkomsel Flash, speed yang kudapat 376 kbps. Lumayan lah dengan speed segitu. Lagipula aku memang nggak terlalu butuh speed, yang penting sih koneksi stabil.

Peaceful...

It was rain this morning. I thought it would be my lazy day. But, it was not. I should go to my office as usual. I sent a SMS to my friend, told her that I would take second train. She replied that she didn't use train. OK, I would not meet her in the train this morning. Then, using my umbrella, I walked to train station. My shoes were almost completely wet. But I didn't care.

When I arrived at the train station, the first Express train was just leaving the station. I noticed something unusual. The train station was still crowded by people. I didn't understand why they didn't take the train. I had been waiting for a while. when the second train arrived. I entered to the train, and I took a seat. But the train was not so crowded. There were so many people outside, and the didn't enter the train. I didn't know what happened there, never mind...

I took my RD magazine from my bag, and plugged my earphone to my ear. Hhh.... I think it was so quiet and peaceful. Reading magazine in the train while listening to my favorite musics. I read an inspiring article from the magazine. It was about mother's love to her children. Reminded me to my mother. Ah... Thanks God, for this peaceful morning...

Saturday, May 12, 2007

Kado Ultah

Dari dulu sampai sekarang, aku suka bingung ketika ada temen-temenku yang mau ulang tahun. Bingung mau kasih apa buat mereka. Aku merasa kesulitan dalam memutuskan kado apa yang paling tepat untuk temenku yang mau ulang tahun itu. Entah karena apakah karena aku tipikal orang yang analitis, mau beli sesuatu aja pake mikir-mikir dulu. Mana mikirnya juga nggak ada hasilnya pula lagi. Aku memang bukan tipikal orang yang dengan gampang memutuskan sesuatu. Khususnya memutuskan sesuatu yang berhubungan dengan orang lain, seperti misalnya dalam urusan pilih-pilih kado.

Beberapa hari lagi ada dua orang temanku yang ulang tahun. Mending cuma satu, sedangkan ini dua. Tadinya semakin nggak kebayang aja mau ngebeliin apa buat mereka. Kalau cuma teman biasa aja sih, bisa lah patungan ama anak-anak yang lain. Berhubung yang ulang tahun ini adalah teman dekatku, rasanya nggak etis aja kalau aku patungan ama anak-anak.

Beruntung sekali hari ini aku bisa mem-booking salah seorang sahabatku untuk menemaniku mencari-cari kado sekaligus meminta masukan-masukannya dia. Asumsiku sih, dia pasti udah ahli lah kalo dalam urusan pilih-pilih kado yang cocok. Walaupun belakangan, sepertinya anggapanku rada-rada keliru. Hehe... no offense

Hari sabtu ini aku dan sahabatku hunting ke PIM buat nyari kado. Duh, nggak nyangka aja ternyata kurasa malah lebih lama ketimbang aku yang nyari sendiri. Menurutku itu wajar aja sih. Karena, setahuku, ketika masukan informasi menjadi tambah banyak, biasanya seseorang itu akan lebih sulit dan lebih lama dalam mengambil keputusan, karena setiap informasi yang masuk harus diolah dan dibandingkan dengan informasi-informasi lainnya.

Akhirnya setelah menjelajahi PIM selama lebih dari dua jam, dapet juga tuh kadonya. Dan itupun baru beli satu lagi. Sementara untuk temanku yang satu lagi, masih belum diputuskan. Berhubung sudah sore, dan ternyata sahabatku ada janji dinner ama teman spesialnya (aah so sweet...), proses pencarian dipercepat. Anehnya, dalam 15 menit aku udah dapet barangnya. Dan nggak kepikiran pula lagi kalau sebelumnya aku bakalan beli barang itu. Ah, yang penting sekarang aku sudah dapet apa yang aku cari. Tinggal dibungkus pakai kertas kado, dan kemudian diserahkan kepada orangnya ketika sudah tiba saatnya nanti :D.

Friday, May 11, 2007

Terjemahan Alquran di YM

Dapat dari milis...

Add contact berikut ini di YM:
Quran.Noor atau Quran.Mubeen

Selanjutnya, untuk mendapatkan terjemahan dari ayat tertentu kirimkan pesan:

  • quran id [no surat]:[no ayat], untuk terjemahan dalam Bhs Indonesia
  • quran [no surat]:[no ayat], untuk terjemahan dalam Bhs Inggris
Misalnya untuk mendapatkan terjemahan surat An Naas ayat 1-6 dalam Bhs Indonesia, kirimkan pesan :

quran id 114:1-6

Hmmm.......

Menemukan quote yang cukup menarik untuk disimak:

Doing nothing is very hard to do - you never know when you're finished.

Thursday, May 10, 2007

Dunia Tanpa Koding

Sesuai dengan judul tulisan ini, Dunia Tanpa Koding ini merepresentasikan tempat aku kerja sekarang. Sebenernya sih ada lah kerjaan-kerjaan koding dikit, cuma porsinya memang dikit banget, dan kebetulan aku nggak menemukan ungkapan yang lebih baik. Di tempat kerjaku saat ini, paling banter cuma bikin script yang itupun jalannya di background. Dan scriptnya kalo dikerjain juga paling sehari udah kelar. Walaupun dari pengembangan script ini aku bisa belajar hal-hal baru, tapi apa yang kupelajari sifatnya 'melebar' bukan 'mendalam' seperti yang aku harapkan. Kurasa di tempat kerjaku saat ini agak-agak sulit untuk mempelajari sesuatu lebih dalam lagi. Karena memang scope kerjaan yang bisa di-koding nggak terlalu besar.

Dulu, harapanku adalah bisa membuat suatu kode yang lebih baik dari sebelumnya. Entah kenapa dalam membuat kode itu aku selalu ingin lebih baik dari sebelumnya. Entah hasil kode yang aku buat itu tampak lebih baik lah - alias mudah dibaca, lebih efisien lah, lebih modular lah, dan lain sebagainya. Pengen banget belajar teknik-teknik rekayasa perangkat lunak agar kode yang aku buat itu semakin baik. Sayangnya, sekali lagi, di tempat kerjaku ini memang core nya bukan IT. Untuk membuat script-script yang kecil sih nggak perlu teknik-teknik khusus. Apalagi scriptnya dibuat dengan menggunakan bahasa PHP yang menurutku kurang enak dibaca (kebanyakan tanda $, kesannya seperti mata duitan banget). Terlebih lagi yang dipakai disini masih PHP 4, untuk OOP nya masih setengah-setengah. Tambah parah deh...

Aku jadi bingung. Di satu sisi, aku sering merindukan yang namanya koding. Tapi di sisi yang lain, aku merasa bahwa masih banyak hal-hal lain yang lebih menyenangkan dari koding. Sepertinya kuliah selama 4 tahun di Fasilkom ini telah mengajariku doktrin bahwa koding itu adalah hal yang paling menyenangkan. Koding memang menyenangkan, tetapi dalam batas tertentu saja. Karena koding itu kuanggap sebagai hobi, maka jika ada kerjaan yang membutuhkan koding, pasti akan kulakukan dengan senang hati, walaupun mesti tidur larut malam dan sampai lupa makan. Nah inilah hal yang tidak aku suka dari koding. Koding itu seringkali membuat aku lupa waktu dan mengabaikan hal-hal lainnya yang kurasa jauh lebih penting dari sekedar memuaskan hobi. Namanya juga hobi, jika ada kesempatan akan susah untuk tidak dilakukan.

Kalau kupikir-pikir lebih dalam, aku seharusnya bersyukur dengan keadaanku sekarang ini, terlepas dari aku bisa memenuhi keinginanku untuk koding atau nggak. Dulu banget, jauh sebelum aku lulus kuliah, keinginanku adalah aku bisa kerja di tempat yang core nya bukan IT, alias kerjaannya nggak berkutat di koding aja. Dan ternyata harapanku kini sudah terpenuhi. Walaupun kerjaan koding di tempat kerjaku sedikit, entah kenapa aku merasa senang, karena bisa membagi-bagi waktuku untuk hal-hal lain yang lebih berguna.

Semoga saja dengan keadaanku yang sekarang ini aku bisa menjadi manusia yang lebih baik, yang nggak terlalu fokus ama kodingan. Walaupun ada harapan-harapanku yang tidak dapat aku penuhi, aku merasa telah mendapatkan hikmah yang jauh labih besar dengan 'Dunia Tanpa Koding' ini, yang justru membuatku merasa berysukur sekali dengan keadaanku sekarang. Saat ini aku merasa banyak sekali nikmat Allah yang aku rasakan, terutama setelah aku berada di 'Dunia Tanpa Koding' ini (sebenarnya dari dulu juga sudah merasakan, cuma karena kurang bersyukur aja :P). Seperti firman Allah dalam Surat Ar Rahmaan 13:

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Maka aku merasa, tak seharusnya aku mengeluh dengan keadaan yang aku terima sekarang. Bahwa semuanya ini telah menjadi jalanku, dan aku harus selalu mensyukurinya.

Catatan:
Nggak bermaksud memberikan tanggapan yang negatif kepada orang-orang yang suka koding atau yang kerjaannya berkutat dengan koding loh ya! No offense....

Wednesday, May 09, 2007

Ketinggalan kereta

Hari ini aku ketinggalan kereta KRL yang biasa aku naiki. Penyebabnya adalah karena ada yang harus kulakukan di rumah sebelum aku berangkat ke kantor. KRL yang biasa aku naiki adalah KRL Express rute Serpong-Manggarai yang pertama. Di stasiun Sudimara, jadwal berangkatnya jam 06:31. Sebenernya tadi bisa aja sih aku lari dari rumah. Tapi nggak banget, kesannya kayak terburu-buru aja. Toh, aku biasanya sampai kantor jam 7:25 menurut jam kantorku. Jadi tadi begitu sampai stasiun, keretanya baru aja berangkat.

Aku nggak buru-buru karena setelah KRL yang pertama ini, ada KRL kedua rute Serpong - Depok, yang konon jadwal berangkatnya jam 06:41. Sebenernya sih dulu banget jadwalnya memang jam segitu. Tapi entah kenapa semakin kesini semakin parah aja. Pernah dulu jam 7 lewat baru berangkat. Tapi itu masa lalu. Sekarang, setelah double track Serpong-Tanah Abang dibuka, jadwal kereta sepertinya menjadi normal. Kereta datang dan berangkat tepat pada waktunya. Tadi alhamdulillah KRL kedua itu tepat waktu. Aku cuma menunggu 5 menit setelah keberangkatan KRL yang pertama.

Ternyata ada hikmahnya juga naik kereta KRL yang kedua ini. Bisa dapet duduk (walaupun sebenernya naik kereta yang pertama juga bisa sih) dan lebih leluasa aja karena lebih kosong. Orang-orang kebanyakan naik KRL yang pertama, dan karena KRL yang kedua berada tepat dibelakangnya, jadinya yang naik lebih sedikit. Selain itu, aku bisa baca buku dengan tenang di kereta. Akhirnya majalah RD yang kubeli dari minggu kemaren bisa aku selesaiin juga. Nggak enaknya sih jadinya nggak ada temen ngobrol. Biasanya aku bareng ama temenku kalo aku naik KRL yang pertama. Dia naik dari stasiun Pondok Ranji, dan turunnya bareng-bareng di stasiun Sudirman.

Ternyata tadi aku sampe kantor jam 7:40. Cuma beda 15 menit lebih lama kalo aku naik KRL yang pertama. Walaupun ketinggalan kereta, yang penting nggak telat masuk kantor...

Tuesday, May 08, 2007

Kesendirianku

Hari ini aku merasa sendiri
Sepi, dan kesepian menyelimuti
Jauh dari orang-orang yang aku sayangi
Seolah tak ada teman yang mau menemani

Hatiku sedih, hatiku takut
Meratapi keadaan ini
Namun apa daya, aku tak kuasa
Aku tak sanggup untuk mengubah semuanya

Aku tersadar,
Aku sendiri karena aku tersesat
Tersesat dari jalan yang seharusnya kulewati
Jauh dari jalan lurusMu

Ya Allah...
Berikanlah aku petunjukMu
Berilah aku kekuatan
Agar aku dapat kembali ke jalanMu

Ya Allah...
Sesungguhnya Engkau dekat
Namun aku selalu menjauhiMu
Menjauhi perintah-perintahMu
dan melanggar larangan-laranganMu

Ampuni aku ya Allah...
Aku ingin kembali ke jalan lurusMu
Aku ingin dekat denganMu
Hingga aku tak merasa sendiri lagi

Post Pertama

Test aja ah, iseng buat postingan pertama