Monday, December 31, 2007

Flickr

Karena membaca blog-nya Feha dan Iang, jadi tertarik juga untuk upload foto-foto di Flickr. Berhubung upload limitnya dibatesin tiap bulannya, asumsinya sih storage nya unlimited, walaupun mesti nunggu sampe bulan berikutnya lagi. Tapi bener juga apa kata Iang, Flickr lebih cocok dipake untuk memajang foto, jadinya foto-foto yang aku upload ke sana high resolution semua, meskipun waktu di download udah di-resize ama Flickr nya.

Kalo ada yang tertarik, silakan mengunjungi :

http://www.flickr.com/photos/amphie09

Saturday, December 29, 2007

Me-Restore Grub Ubuntu Setelah Instalasi Windows

Berhubung kemaren udah berhasil install Windows XP di notebook ku, MBR hard disknya ditimpa oleh instalasi Windowsnya. Jadinya, sekarang ketika booting, Grub nya tidak muncul. Setelah mendapatkan informasi yang cukup dari internet, Grub bisa di restore menggunakan Live CD Ubuntu. Berikut ini adalah langkah-langkah yang aku lakukan untuk me-restore Grub:

  1. Jalankan terminal window dari Live CD
  2. Mount partisi root instalasi Ubuntu yang telah terpasang sebelumnya.
    // Membuat mount point
    $ sudo mkdir /mnt/root

    // Mount partisi partisi root ke mount point
    $ sudo mount -t ext3 /dev/sda5 /mnt/root


    Jika tidak yakin partisi mana yang berisi root, bisa dijalankan perintah berikut untuk menampilkan semua partisi yang ada:

    $ sudo fdisk -l

    Disk /dev/sda: 120.0 GB, 120034123776 bytes
    255 heads, 63 sectors/track, 14593 cylinders
    Units = cylinders of 16065 * 512 = 8225280 bytes
    Disk identifier: 0x8d9aa1ca

    Device Boot Start End Blocks Id System
    /dev/sda1 1 192 1536000 27 Unknown
    Partition 1 does not end on cylinder boundary.
    /dev/sda2 * 192 5414 41943040 7 HPFS/NTFS
    /dev/sda3 5414 10513 40960000 7 HPFS/NTFS
    /dev/sda4 10514 14593 32772600 5 Extended
    /dev/sda5 10514 12701 17575078+ 83 Linux
    /dev/sda6 12702 13005 2441848+ 82 Linux swap / Solaris
    /dev/sda7 13006 14593 12755578+ 83 Linux

  3. Mount proc subsystem dan udev ke dalam /mnt/root

    $ sudo mount -t proc none /mnt/root/proc

    $ sudo mount -o bind /dev /mnt/root/dev

  4. Mengubah root ke partisi root instalasi Ubuntu sebelumnya

    $ sudo chroot /mnt/root /bin/bash

  5. Jalankan grub

    $ sudo grub

  6. Kemudian akan muncul prompt grub>
    Perintah-perintah selanjutnya akan dijalankan dalam prompt grub>

  7. Mencari file /goot/grub/stage1

    grub> find /boot/grub/stage1

    Perintah ini akan mencari file /boot/grub/stage1 dan menampilkan partisi yang berisi file tersebut. Untuk kasusku keluaran dari perintah diatas adalah:

    (hd0,4)

  8. Jalankan perintah berikut

    grub> root (hd0,4)

    untuk mengatur agar partisi tersebut di set sebagai root dan melakukan mounting ke partisi tersebut. Aku juga kurang ngerti perintah ini untuk apa :P. Tapi sepertinya sih untuk mengkonfigurasi partisi tersebut untuk bootloadernya.

    Parameter di depan perintah root disesuaikan dengan hasil yang didapat dari langkah ke 7.

  9. Install grub pada MBR di hard disk pertama:

    grub> setup (hd0)

    Jika berhasil, output dari perintah tersebut seperti berikut ini :

    Checking if "/boot/grub/stage1" exists... yes
    Checking if "/boot/grub/stage2" exists... yes
    Checking if "/boot/grub/e2fs_stage1_5" exists... yes
    Running "embed /boot/grub/e2fs_stage1_5 (hd0)"... 17 sectors are embedded.
    succeeded
    Running "install /boot/grub/stage1 (hd0) (hd0)1+17 p (hd0,4)/boot/grub/stage2
    /boot/grub/menu.lst"... succeeded
    Done.

  10. Keluar dari grub dengan perintah quit lalu restart.
Walaupun rada-rada banyak step-step nya, yang penting masalahnya solved :D.

Wednesday, December 26, 2007

Meng-Install Windows XP di Toshiba Portege M600

Secara default, sistem operasi yang terpasang pada notebook Toshiba Portege M600 E360 punyaku adalah Windows Vista. Karena notebook ini menggunakan hard disk SATA, aku jadi agak ragu apakah sebenarnya notebook ini bisa diinstall Windows XP atau tidak. Terlebih lagi di BIOS nya tidak ada pilihan konfigurasi hard disk SATA, yang biasanya bisa diatur menjadi mode AHCI atau IDE. Jika menggunakan mode IDE maka penggunaan hard disk SATA tidak berbeda dengan hard disk PATA yang terdahulu. Sementara jika menggunakan mode AHCI diperlukan driver khusus. Driver ini digunakan agar kemampuan hard disk SATA yang tidak ada di hard disk PATA bisa digunakan, seperti hot plug dan NCQ (Native Command Queuing).

Driver SATA ini harus di load ketika pertama kali menjalankan aplikasi setup Windows XP. Biasanya ketika muncul "Press F6 if you need to install a third party SCSI or RAID driver...", tekan F6 dan masukkan driver AHCI SATA ke dalam floppy disk. Jadi nanti aplikasi setup nya akan me-load drivernya dari floppy disk. Masalahnya adalah notebook jaman sekarang kan sudah nggak ada floppy disknya lagi. Sebenarnya masalahnya bisa langsung beres jika mode hard disknya bisa diubah ke IDE, cuma sayangnya tidak ada konfigurasinya di BIOS.

Setelah browsing sana-sini, aku menemukan link-link yang cukup membantu dari sini dan dari sini.

Ternyata ada aplikasi yang namanya nLite. Aplikasi freeware ini dapat digunakan untuk melakukan kustomisasi CD instalasi Microsoft Windows XP, 2000, dan 2003. Jadi dengan menggunakan aplikasi ini, instalasi Windows XP dapat dikonfigurasi sehingga nantinya driver AHCI untuk hard disk SATA dapat dimasukkan ke dalam installer dan otomatis akan di load ketika menjalankan aplikasi setup nya.

Jadi, langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk meng-install Windows XP di Toshiba Portege M600 (dan mungkin applicable untuk tipe notebook lain yang menggunakan SATA AHCI) adalah sebagai berikut:

  1. Unduh aplikasi nLite dari sini : http://www.nliteos.com/download.html
  2. Aplikasi nLite ini membutuhkan .NET Framework 2.0. Jika belum terinstall, .NET Framework 2.0 dapat diunduh dari sini
  3. Unduh driver AHCI. Untuk Toshiba Portege M600, chipset yang digunakan adalah Intel G965 Express Chipset. Untuk drivernya, dapat diunduh di: sini. File driver AHCI tersebut bernama iata78_enu.exe. Kalau tipe chipset notebook yang dimaksud tidak ada di dalam daftar, tinggal googling aja. Kalau chipsetnya masih Intel sih harusnya bisa disearch di website Intel nya.
  4. Eksekusi file iata78_enu.exe -a dengan menggunakan priveledge administrator. Option -a hanya akan meng-extract driver AHCI ke direktori [Program Files]\Intel\Intel Matrix Storage Manager\Driver\
  5. Jalankan nLite.
  6. Browse ke direktori tempat file-file instalasi Windows XP disimpan.
  7. Pilih Integrate Drivers dan Create Bootable ISO.
  8. Pada tampilan Integrate Drivers, pilih Insert->Multiple driver folder. Lalu pilih folder [Program Files]\Intel\Intel Matrix Storage Manager\Driver\ (lokasi tempat driver AHCI di-extract).
  9. Pada tampilan selanjutnya, akan ditampilkan list driver AHCI/RAID. Pastikan mode yang dipilih adalah Textmode driver. Toshiba Portege M600 menggunakan AHCI Controller Intel(R) 82801HEM/HBM SATA AHCI Controller (Mobile ICH8M-E/M). Jadi pilih driver tersebut. Atau kalau mau sih sekalian aja di-add semuanya. Jadi bisa digunakan juga untuk notebook lain yang menggunakan chipset yang lain juga.
  10. Kemudian pilih Direct Burn untuk melakukan proses burning installer yang telah dimodifikasi ke dalam CD kosong. Atau pilih Create Image untuk menyimpan installernya kedalam format ISO.
  11. Selanjutnya install Windows XP seperti biasa.
  12. Sebagian driver bawaan Portege M600 hanya dapat digunakan di Microsoft Windows Vista. Jadi, beberapa tidak bisa digunakan di Windows XP. Driver-driver Portege M600 untuk Windows XP, dapat diunduh dari sini.

Sempat panik juga setelah selesai meng-install Windows XP, ternyata driver untuk Graphics Card nya nggak kompatibel di XP, karena memang untuk Windows Vista. Meng-install driver yang diunduh dari website Intel juga nggak bisa, karena sepertinya hanya mau diinstall menggunakan driver yang dikasih langsung dari manufakturnya. Beruntung Toshiba menyediakan driver Portege M600 untuk Windows XP.

Monday, December 24, 2007

Damai...

Damai, sunyi, dan tenang
Kupandangi langit malam yang cerah
Bulan purnama menerangi pekatnya malam
Berhiaskan bintang-bintang yang bertaburan
Menambah indahnya kesunyian malam

Hatiku begitu damai
Larut dalam gemerlap bintang-bintang
Kupejamkan mataku sejenak
Merenungkan semua keindahan ini
Mengalir bersama mimpi-mimpiku

Aku terhanyut dalam suasana hening
Melayang dalam angan-anganku
Melepas semua keletihan jiwaku
Membuang segala beban hatiku
Untuk meraih semua cita dan mimpi
Bersama indahnya purnama di malam ini

Friday, December 21, 2007

FingerPrint Reader di Ubuntu Gutsy

Berhubung notebook yang aku gunakan memiliki FingerPrint Reader device, rasanya sayang aja kalau nggak bisa aku gunakan di Ubuntu. Lagipula aku sekarang udah jarang menggunakan Windows di notebook yang biasa aku gunakan. Cuma berhubung notebook Toshiba Portege M600 ku memang dirancang untuk Windows, jadi ada beberapa fitur-fiturnya yang kalau mau digunakan di Ubuntu mesti diutak-atik sendiri, salah satunya ya FingerPrint Reader itu.

Setelah mencoba googling, aku temukan package yang bernama ThinkFinger (dapat dilihat di https://wiki.ubuntu.com/ThinkFinger). Menurut sumber tersebut package tersebut dapat digunakan di hampir semua notebook Lenovo/Thinkpad, Dell, dan Toshiba. Beruntung notebook punyaku masuk daftar :P

Instalasi
Menggunakan Package
Versi terakhir package Thinkfinger ini adalah 0.3. Versi 0.3 ini dapat diunduh dengan menambahkan

deb http://ppa.launchpad.net/jldugger/ubuntu gutsy main restricted universe multiverse
deb-src http://ppa.launchpad.net/jldugger/ubuntu gutsy main restricted universe multiverse

di /etc/apt/sources.list lalu kemudian jalankan

sudo apt-get install thinkfinger-tools libpam-thinkfinger

untuk melakukan proses instalasi

Menggunakan Source

  1. Unduh source Thinkfinger dari http://sourceforge.net/project/showfiles.php?group_id=179573


  2. Install package-package yang diperlukan untuk proses kompilasi:

  3. sudo apt-get install build-essential libtool libusb-dev libpam0g-dev pkg-config

  4. Membuat direktori yang akan menyimpan informasi biometric user:
  5. sudo mkdir /etc/pam_thinkfinger

  6. Extract source thinkfinger, lalu jalankan perintah berikut pada direktori thinkfinger untuk melakukan proses kompilasi dan instalasi:

  7. sudo ./configure --prefix=/usr --sysconfdir=/etc --with-securedir=/lib/security --with-birdir=/etc/pam_thinkfinger

    sudo make

    sudo make install

  8. Jika semuanya berjalan dengan lancar, akan ditemukan file pam_thinkfinger.so di /lib/security

Menguji FingerPrint Reader
Untuk menguji apakah driver FingerPrint telah terinstall dengan sempurna, dapat digunakan aplikasi tf-tool. Perintah yang digunakan adalah tf-tool --acquire untuk melakukan scan sidik jari dan tf-tool --verify untuk menguji hasil scan yang diproses dari perintah tf-tool --acquire.

amphie@amphie:~$ sudo tf-tool --acquire

ThinkFinger 0.3 (http://thinkfinger.sourceforge.net/)
Copyright (C) 2006, 2007 Timo Hoenig

Initializing... done.
Please swipe your finger (successful swipes 3/3, failed swipes: 0)... done.
Storing data (/tmp/test.bir)... done.
amphie@amphie:~$ sudo tf-tool --verify

ThinkFinger 0.3 (http://thinkfinger.sourceforge.net/)
Copyright (C) 2006, 2007 Timo Hoenig

Initializing... done.
Please swipe your finger (successful swipes 1/1, failed swipes: 0)... done.
Result: Fingerprint does match.

Konfigurasi PAM (Pluggable Authentication Modules)
Agar dapat digunakan untuk proses autentikasi, maka perlu dilakukan konfigurasi pada PAM agar menggunakan Thinkfinger.
  1. Modifikasi file /etc/pam.d/common-auth sehingga isinya seperti berikut:
  2. auth sufficient pam_thinkfinger.so
    auth required pam_unix.so try_first_pass nullok_secure

  3. Menambahkan data sidik jari ke database dengan menggunakan perintah sudo tf-tool --add-user [nama-user]
  4. amphie@amphie:~$ sudo tf-tool --add-user amphie

    ThinkFinger 0.3 (http://thinkfinger.sourceforge.net/)
    Copyright (C) 2006, 2007 Timo Hoenig

    Initializing... done.
    Please swipe your finger (successful swipes 3/3, failed swipes: 0)... done.
    Storing data (/etc/pam_thinkfinger/amphie.bir)... done.

  5. Untuk melakukan verifikasi sidik jari dari database, dapat menggunakan perintah sudo tf-tool --verify-user [nama-user]

  6. amphie@amphie:~$ sudo tf-tool --verify-user amphie

    ThinkFinger 0.3 (http://thinkfinger.sourceforge.net/)
    Copyright (C) 2006, 2007 Timo Hoenig

    Initializing... done.
    Please swipe your finger (successful swipes 1/1, failed swipes: 0)... done.
    Result: Fingerprint does match.


Nah, sekarang FingerPrint Reader nya sudah dapat digunakan untuk login dari GDM atau ketika diminta password pada saat mengeksekusi perintah dengan menggunakan priveledge su seperti dibawah ini:

amphie@amphie:~$ sudo tf-tool --acquire
Password or swipe finger:
.
.
.

Beberapa masalah pada Tinkfinger-0.3
  1. gksu/gksudo tidak berfungsi dengan benar. Ketika aplikasi dijalankan menggunakan priveledge su, seperti misalnya synaptic, tidak akan muncul prompt untuk memasukkan password di layar. Namun, pengguna harus melakukan autentikasi sidik jari agar aplikasi yang dijalankan bisa tampil di layar.

  2. Konon katanya masalah ini disebabkan karena gksu/gksudo 'tidak mengenali' prompt "Password or swipe finger:", tetapi hanya mengenali prompt "Password:".

    Masalah ini dapat diselesaikan dengan menyunting file /pam/pam_thinkfinger.c dari source dan mengubah isi dari baris 181-184 menjadi seperti berikut:

    if (pam_thinkfinger->isatty)
    pam_prompt (pam_thinkfinger->pamh, PAM_PROMPT_ECHO_OFF, &resp, "Password or swipe your finger: ");
    else
    pam_prompt (pam_thinkfinger->pamh, PAM_PROMPT_ECHO_OFF, &resp, "Password: ");

    Kemudian compile ulang source nya menggunakan cara yang telah dijelaskan diatas.

  3. Fingerprint tidak digunakan untuk meng-unlock screen yang telah di-lock. Untuk melakukan unlock pengguna harus mengetikkan password. Masalah ini terjadi karena direktori /etc/pam_thinkfinger tidak dapat diakses oleh pengguna selain root. Sementara itu aplikasi gnome-screensaver yang digunakan untuk me-lock screen tidak berjalan dengan priveledge root. Solusi dari masalah ini adalah sebagai berikut :

    • Menambahkan group baru, misalnya fingerprint:
    • sudo groupadd fingerprint


    • Menyimpan baris-baris berikut ke dalam file /etc/udev/rules.d/60-thinkfinger.rules (perlu dilakukan reboot):

    • # SGS Thomson Microelectronics Fingerprint Reader
      SYSFS{idVendor}=="0483", SYSFS{idProduct}=="2016", SYMLINK+="input/thinkfinger-%k", MODE="0660", GROUP="fingerprint"

      # the also-needed uinput device
      KERNEL=="uinput", MODE="0660", GROUP="fingerprint"

    • Menambahkan user ke dalam group fingerprint:

    • sudo gpasswd -a [nama_user] fingerprint


    • Membuat user menjadi owner file biometric nya (file [nama_user].bir):

    • sudo chown [nama_user]:root /etc/pam_thinkfinger/[nama_user].bir

    • Memberikan akses readonly pada file biometric untuk user:

    • sudo chmod 400 /etc/pam_thinkfinger/[nama_user].bir

    • Memberikan akses executeonly kepada setiap user untuk mengakses direktori /etc/pam_thinkfinger/:

    • sudo chmod o+x /etc/pam_thinkfinger






Wednesday, December 19, 2007

Jangan Tangisi Apa yang Bukan Milikmu

Menemukan artikel yang cukup menarik untuk disimak dan dijadikan bahan perenungan. Siapa tahu bisa bermanfaat khususnya untuk orang-orang yang memiliki angan-angan atau keinginan yang belum atau tidak tercapai, termasuk dalam urusan jodoh :P.


Dalam perjalanan hidup ini seringkali kita merasa kecewa. Kecewa sekali. Sesuatu yang luput dari genggaman, keinginan yang tidak tercapai, kenyataan yang tidak sesuai harapan. Akhirnya angan ini lelah berandai-andai ria. Sungguh semua itu telah hadirkan nelangsa yang begitu menggelora dalam jiwa.

Dan sungguh sangat beruntung andai dalam saat-saat terguncangnya jiwa masih ada setitik cahaya dalam kalbu untuk merenungi kebenaran. Masih ada kekuatan untuk melangkahkan kaki menuju majelis-majelis ilmu, majelis-majelis dzikir yang akan mengantarkan pada ketentraman jiwa.

Hidup ini ibarat belantara. Tempat kita mengejar berbagai keinginan. Dan memang manusia diciptakan mempunyai kehendak, mempunyai keinginan. Tetapi tidak setiap yang kita inginkan bisa terbukti, tidak setiap yang kita mau bisa tercapai. Dan tidak mudah menyadari bahwa apa yang bukan menjadi hak kita tak perlu kita tangisi. Banyak orang yang tidak sadar bahwa hidup ini tidak punya satu hukum : harus sukses, harus bahagia atau harus-harus yang lain.

Betapa banyak orang yang sukses tetapi lupa bahwa sejatinya itu semua pemberian Allah hingga membuatnya sombong dan bertindak sewenang-wenang. Begitu juga kegagalan sering tidak dihadapi dengan benar. Padahal dimensi tauhid dari kegagalan adalah tidak tercapainya apa yang memang bukan hak kita. Padahal hakekat kegagalan adalah tidak terengkuhnya apa yang memang bukan hak kita.

Apa yang memang menjadi jatah kita di dunia, entah itu Rizki, jabatan, kedudukan pasti akan Allah sampaikan. Tetapi apa yang memang bukan milik kita, ia tidak akan bisa kita miliki, meski ia nyaris menghampiri kita, meski kita mati-matian mengusahakannya.

"Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakanya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berdukacita terhadap apa yang luput dari kamu dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikaNya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri." (QS. Al-Hadid : 22-23).

Demikian juga bagi yang sedang galau terhadap jodoh. Kadang kita tak sadar mendikte Allah tentang jodoh kita, bukannya meminta yang terbaik dalam istikharah kita tetapi benar-benar mendikte Allah : Pokoknya harus dia Ya Allah… harus dia, karena aku sangat mencintainya. Seakan kita jadi yang menentukan segalanya, kita meminta dengan paksa. Dan akhirnya kalaupun Allah memberikanya maka tak selalu itu yang terbaik. Bisa jadi Allah tak mengulurkannya tidak dengan kelembutan, tapi melemparkanya dengan marah karena niat kita yang terkotori.

Maka wahai jiwa yang sedang gundah, dengarkan firman dari Allah : "… Boleh jadi kalian membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagi kalian. Dan boleh jadi kalian mencintai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kalian. Allah Maha mengetahui kalian tidak mengetahui." (QS. Al-Baqarah : 216).

Maka setelah ini wahai jiwa, jangan kau hanyut dalam nestapa jiwa berkepanjangan terhadap apa-apa yang luput darimu. Setelah ini harus benar-benar dipikirkan bahwa apa-apa yang kita rasa perlu di dunia ini harus benar-benar perlu bila ada relevansinya dengan harapan kita akan bahagia di akhirat. Karena seorang mukmin tidak hidup untuk dunia tetapi menjadikan dunia untuk mencari hidup yang sesungguhnya : hidup di akhirat kelak!

Maka sudahlah, jangan kau tangisi apa yang bukan milikmu!

Sumber: http://kotasantri.com/beranda.php?aksi=Detail&sid=94
Penulis: Firmansyah

Monday, December 17, 2007

Sabtu yang Menyenangkan

Hari Sabtu kemaren, aku dapet undangan untuk Nonton Bareng. Konon sih katanya acaranya diadakan oleh Telkomsel Area. Dan undangannya katanya sih untuk SimPATI Zoners dan pelanggan Telkomsel Priority. Berhubung acaranya melibatkan salah satu Content Provider yang dipegang oleh temen kerjaku, jadinya undangannya nyampe juga. Apalagi yang namanya gratisan sayang banget kalo dilewatkan bgitu saja.

Di undangannya, acaranya mulai jam 08:15 di Pondok Indah Mall 2. Dalam hati sih ini nonton apa nggak kepagian yah. Cuman daripada ntar malah nggak bisa nonton, akhirnya berangkat dari rumah jam 7 kurang dikit. Biar bisa dateng tepat waktu. Taunya, setelah sampai disana dan menunggu cukup lama, akhirnya baru dikasih tahu kalo filmnya ternyata diputar jam 10:00. Doh.. tau bgini mending dateng siang aja. Dan sepertinya juga banyak orang-orang yang 'tertipu' mentah-mentah. Mungkin di undangannya jam 8 supaya datangnya nggak telat. Tapi, kurasa ini rada-rada kelewatan juga.

Film yang ditonton bareng adalah Mr. Magorium's Wonder Emporium, yang konon sih katanya baru diputar di 21 sekitar 2 mingguan lagi. Film ini dibintangi oleh Natalie Portman, yang so far sih filmnya bagus-bagus. Walaupun rating di IMDB nggak terlalu bagus, tetapi menurutku film ini lumayan lah untuk ditonton (males nyeritainnya disini). Apalagi ini filmnya bisa dibilang film keluarga, yang endingnya biasanya selalu happy ending dan nggak ngegantung.

Selesai nonton, diajakin makan-makan di Hanamasa sama panitianya. Pas banget karena memang perut ini sudah keroncongan. Gara-gara berangkat pagi, nggak sempet sarapan di rumah. Bener-bener puas deh hari Sabtu kemaren. Secara seminggu sebelumnya kerjaan lagi lumayan banyak dan udah rada-rada jenuh. Semua kejenuhan itu bisa hilang hanya dengan satu hari yang menyenangkan ini. Hihihi... semoga acara-acara yang seperti ini bisa terus berlanjut. ;)

Friday, December 14, 2007

Cape Deh...

Malam ini, kesabaranku diuji. Berhubung sore-sore ada meeting di luar jam kantor, jadinya aku harus pulang agak malam. Sebenarnya nggak apa-apa sih. Yang jadi masalah adalah kejadian setelahnya. Meetingnya sih selesai tepat sebelum maghrib. Karena masih ada pekerjaan yang belum selesai, aku memutuskan untuk menyelesaikannya malam itu juga. Sekalian nunggu waktu isya. Supaya ketika pulang nanti udah tenang. Tinggal tidur.

Setelah sholat Isya, ketika udah mau pulang, aku diminta temenku untuk menyelesaikan suatu masalah teknis dengan salah satu Content Provider alias CP. Beberapa hari yang lalu beberapa layanan CP ini ditutup karena menyalahi kesepakatan yang berlaku. Dan malam itu layanan tersebut sudah dibuka kembali tetapi mengalami masalah.

Well, berhubung orang teknis yang tersisa cuma aku, ya sudahlah aku terima pekerjaan itu. Aku mencoba memeriksa apakah ada kesalahan konfigurasi atau tidak, dan ternyata tak ada. Bahkan ujung-ujungnya sampe telpon-telponan hingga berlanjut ke chatting di YM untuk menyelesaikan masalah ini. Karena kurasa disisi sistemku nggak ada masalah, akhirnya aku meminta log query yang lebih lengkap ke CP tersebut. Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Hhh.. Kalo jam segini aku pulang, sampai di rumah jam setengah 11 pikirku. Padahal ini masalah belum selesai. Melalui YM aku menunggu respon yang tak kunjung datang, log query yang kuminta untuk menyelidiki masalah lebih lanjut. Aku coba tanyakan lagi, tapi tetap tak ada respon. Duh.. dalam hatiku ini yang butuh siapa, ditanya kok nggak menjawab. Berhubung besok paginya aku ada acara, dan mesti berangkat pagi, aku memutuskan untuk segera pulang. Bodo ah, udah capek aku 'dikerjain' seperti ini. Memangnya nggak ada kerjaan lain apa sampe jam 9 malem di kantor nungguin sesuatu yang nggak jelas. Mana mendadak pula lagi.

Secara track record, ini CP sering bermasalah, aku juga tahunya dari temenku yang menangani CP ini. Dari mulai pelanggaran-pelanggaran ringan sampe dengan pelanggaran berat (dapet surat peringatan dari B**I juga), ada aja masalahnya. Konon, aku jadi merasa bersalah juga ketika melihat log data sms yang dikirimkan pelanggan ke CP ini. Penuh kata-kata kasar dan kata-kata makian. Atas dasar inilah aku jadi agak-agak males jika berhubungan dengan CP ini. Cuma karena memang namanya juga kerjaan, mau nggak mau mesti dikerjain. Tapi apa yang kualami sekarang ini udah kelewatan. Di perjalanan aku mencoba rileks. Beberapa kali ada telepon masuk, sekitar jam 10 yang aku tahu itu dari CP tersebut. Udah males aku angkat. Lagipula yang bener aja jam 10 mesti ngurusin yang beginian. Aku biarkan saja. Biar tahu rasa tuh. Kuperkirakan revenue CP tersebut yang hilang selama weekend ini (dengan asumsi hari senin masalahnya solved) bisa sampe puluhan juta, dan mungkin lebih. Biarin ah, salah sendiri nggak merespon waktu aku tanya tadi.

Semoga saja keputusan yang aku ambil tepat. Walaupun tercampur oleh emosi-emosi dan persepsi negatif.

Perjuangan Menuju Kantor

Pagi ini, aku berangkat buru-buru ke stasiun kereta untuk pergi ke kantor karena mendengar kabar semua KRL alias kereta listrik tidak ada yang beroperasi. Penyebabnya adalah gardu listrik yang terbakar. Entahlah di gardu listrik yang mana aku kurang tahu. Beruntungnya, jalur kereta Serpong-Tanah Abang dilewati oleh Kereta Diesel (KRD) dari Rangkasbitung menuju Jakarta Kota. Namanya juga kereta diesel, tidak terpengaruh oleh ada atau tidaknya aliran listrik.

Aku berangkat jam setengah 7 dari rumah dengan harapan bisa mengejar KRD yang jam setengah 7 lewat. Berhubung stasiunnya deket dari rumah, berangkat mepet-mepet dikit nggak apa-apa lah. Sesampainya di stasiun, kulihat keadaannya lumayan semrawut. Banyak sekali orang yang memenuhi halaman stasiun. Sepertinya mereka baru tahu juga bahwa pagi itu tidak ada KRL yang beroperasi. Kulihat mereka sepertinya agak-agak panik mengalami kejadian yang jarang terjadi seperti ini. Ada yang memutuskan untuk naik angkot atau ojek ke kantornya. Beberapa bahkan sibuk dan dengan serius menelepon. Entah siapa yang di telpon. Mungkin bosnya kali yah, dan mengabari kalau orang tersebut datang terlambat masuk kantor.

Aku lebih memilih kereta karena perjalanan ke kantor bisa ditempuh dalam waktu 45 menit. Jika naik kendaraan lain, bisa sampe 2 jam. Nggak kebayang macetnya di daerah Lebak Bulus dan Mampang kalau mesti naik bus. Karena alasan inilah, apapun yang terjadi, mending naik kereta aja lah. Kecuali jika memang nggak ada satupun kereta yang jalan, baru nyari alternatif lain.

Setelah memasuki stasiun, semakin banyak orang yang aku lihat. Rada-rada nggak yakin juga bisa naik kereta KRD yang biasanya penuh dengan para pedagang pasar. Terlebih lagi situasinya sedang seperti ini. Akhirnya kereta pun datang. Dan benar saja, kereta tersebut sudah penuh sekali dengan para pedagang dan penumpang dari stasiun Serpong. Berhubung sudah niat untuk naik kereta apapun yang terjadi, aku paksakan untuk naik. Lumayan, ketika itu aku teringat kata-kata di buku Sang Pemimpi karya Andrea Hirata yang baru selesai aku baca. Pikiran positif dan optimis akan mengekstrapolasi kurva yang menanjak (apa coba). Yah ternyata tak ada yang tak mungkin jika kita berusaha. Asalkan ada niat dan determination, semua yang berat akan terasa ringan saat kita melaluinya.

Akhirnya aku sampai di kantor jam setengah 8. Beruntung nggak sampe telat. Kalo nggak naik kereta bisa-bisa jam 9 baru nyampe. Itupun udah dengan keadaan mandi keringat. Di pagi itu kuperkirakan ribuan penumpang sepanjang jalur Serpong-Tanah Abang yang tidak terangkut kereta. Entahlah, mereka sampai jam berapa di kantornya masing-masing. Yang jelas aku bisa sampai di kantor tepat waktu, dan nggak perlu sampai mandi keringat walaupun keretanya penuh banget :P.

Wednesday, December 12, 2007

The Power Of Unix Shell

Kemarin malam, aku melakukan kesalahan bodoh dalam membuat script menggunakan bahasa PHP. Intinya sih script yang aku buat akan memberikan output file yang merepresentasikan isi dari suatu query ke database MySQL. Masing-masing field akan dipisahkan oleh tanda semicolon (;) dan masing-masing row akan dipisahkan oleh karakter newline (\n).

Berhubung karena aku melakukan kesalahan, aku lupa menambahkan karakter newline yang akan menjadi pemisah antar row. Karena kesalahan ini, file output tersebut hanya berisi satu baris. Terlebih lagi hasil query data yang aku lakukan juga lumayan banyak, maka ukuran file output tersebut juga lumayan besar. Isi file tersebut memiliki format :

aaaa1;bbbb1;cccc1;dddd1;eeee1;fffff1;;;;;;aaaa2;bbbb2;cccc2;dddd2..... (dst)

Entah juga apakah ini merupakan kesalahan lain dari scriptku atau bukan. Satu row query berisi enam field. Tapi jika melihat isi filenya seolah ada 11 field. Tapi beruntung juga sih, karena kesalahan ini aku bisa melihat bahwa masing-masing row dipisahkan oleh string ';;;;;;'.

Setelah berpikir lumayan lama mengenai solusi untuk memecahkan masalah ini - yang diantaranya adalah membuat script lain yang akan memecah satu baris file tersebut sesuai dengan jumlah row hasil query -, aku mencoba cara lain yang lebih sederhana, yaitu membuka file tersebut menggunakan editor dan me-replace semua string ';;;;;;' dengan karakter newline. Ternyata, karena saking besarnya ukuran file, ketika dibuka saja aplikasi editornya udah nge-hang duluan.

Akhirnya aku mencoba untuk mengutak-atik isi filenya mengunakan perintah di Shell. Ternyata hanya dengan menggunakan perintah sed (stream editor), semua masalah bisa terselesaikan. Untuk me-replace semua string ';;;;;;' menjadi karakter newline, hanya perlu menggunakan perintah

sed 's/;;;;;;/\n/g' [nama file]

Lama-lama jadi semakin betah aja ngutak-ngatik perintah-perintah Shell di Unix :P. Praktis dan cepat, tanpa perlu membuka file dan melihat isinya, semuanya langsung dikerjakan oleh satu baris perintah. Mungkin masalah diatas juga bisa diselesaikan menggukana editor vi. Cuma berhubung masalahnya udah selesai, nggak aku cobain deh tuh vi nya.

Monday, December 10, 2007

Simpati Pede


Hmm.. kabar baik untuk pengguna kartu SimPATI Telkomsel. Hari ini Telkomsel mengeluarkan Simpati PeDe (Per Detik). Jadi nelepon kemana-mana tarifnya per detik. Walaupun tarif ke operator lain masih lumayan mahal, tetapi untuk melakukan panggilan ke sesama nomor Telkomsel tarifnya lumayan jauh turunnya.

Tarif per detik untuk melakukan panggilan ke sesama nomor Telkomsel adalah Rp. 25 / detik Flat untuk 1 menit pertama. Setelah menit pertama, tarif yang berlaku adalah Rp 0,5 / detik. Lumayan puas juga. Secara udah nyoba dari beberapa hari yang lalu. Nelepon sejam nggak sampe Rp 3.300.

Jadi sekarang ada dua skema pentarifan. Tarif per menit atau tarif yang berlaku saat ini dan tarif baru yang menggunakan skema per detik. Pelanggan lama yang ingin melakukan perpindahan skema tarif dapat mengakses *880# (dikenakan tarif Rp. 3.000 untuk setiap kali perpindahan skema tarif). Jadi dari skema tarif per detik ini pun bisa kembali lagi ke skema tarif yang lama, namun kena lagi Rp 3.000. Dengan skema tarif per detik ini, bonus bicara / SMS dan Talkmania tidak berlaku lagi. Namun demikian bonus bicara dapat digunakan kembali jika beralih ke skema tarif yang lama.

Semoga aja nanti kapasitas jaringannya masih kuat kalo jadi banyak yang nelepon.

Info lengkap mengenai SimPATI PeDe dapat dilihat disini.

Saturday, December 08, 2007

Desember Kelabu

Desember yang kelam
Desember kelabu
Kini semua telah berlalu
Tenggelam bersama angan-angan kosong

Aku beranikan diri
Mengakhiri semua yang aku mulai
Memecah semua misteri
Yang selalu membayang-bayangi

Masaku telah tiba
Kabut hitam gelap telah sirna
Tergantikan oleh seberkas cahaya
Harapan yang tak kan pernah mati

Semua tanya telah terjawab
Tak ada kerisauan dalam hati
Untuk melangkah ke jalan yang kucari
Mengakhiri semua yang tak pasti

Kubuka lembaran hidup baru
Tuk mengulang semua impian
Aku telah kembali
Ke tempat aku memulai semua ini

Desember yang kelam
Desember kelabu
Aku telah mendapatkannya
Saat-saat yang indah
Hari-hari yang cerah
Semua kenangan ini kuukir kembali
Di 7 Desember ini

Sunday, December 02, 2007

Penantian Waktu

Seadainya aku memiliki keberanian
Dan cukup niat tentunya
Untuk meraih kesempatan itu
Mengulang saat-saat manis
Yang tak kan pernah aku lupakan

Apalah daya
Hati dan pikiranku tak pernah sama
Aku hanyalah manusia biasa
Tenggelam dalam ketidakpastian
Serta kebingungan yang terus membayang

Aku bisa mengingatnya
Saat-saat indah itu
Hari-hari yang cerah
Dimana tak ada keraguan dan kesedihan
Yang ada hanyalah harapan dan kegembiraan

Kemanakah saat-saat indah itu
Aku terus mencari
Aku ingin mengulanginya lagi
Untuk menghapuskan beban berat itu
Yang seolah tiada berakhir

Entah sampai kapan ku harus menunggu
Hingga saat-saat itu tiba kembali
Namun ku kan tetap disini
Setia hingga waktu itu datang
Dan kan kusambut dengan senyuman

Tuesday, November 27, 2007

Nikahannya Irene - 24 Nopember 2007

Well, akhirnya sempet juga nge-post di blog. Acaranya lumayan rame, yang sebenernya kayaknya rame gara2 anak CSUI 02. Rada-rada nggak tahu malu juga tuh :P. Serasa bikin acara sendiri aja di acara nikahannya Irene. Waktu acaranya udah selesai pun anak-anaknya masih pada nongkrong. Entah pada males pulang atau emang masih pada betah. Hehe... Yang jelas, lebih rame lah dibandingkan dengan acara-acara sebelumnya.

Foto-fotonya bisa dilihat di picasa.

Foto-foto ukuran asli dan belum diapa-apain, bisa diunduh di:



Saturday, November 17, 2007

Seandainya

Ah, kemanakah keinginan itu pergi
Setelah sekian lama hati ini sepi
Kurindukan sesuatu yang cukup berarti
Untuk sekedar mengobati rasa sesal ini

Terbayang sekilas rasa itu
Menumbuhkan sedikit asa
Bagai secercah cahaya dalam kegelapan
Semoga ini adalah pertanda
Untuk mengejar impianku

Kerinduan ini semakin dalam
Namun apa daya aku tak kuasa
Aku tak mampu meraihnya
Menggapai sebuah rasa yang begitu kunantikan

Ku ingin memilikinya
Perasaan yang tak lekang oleh ruang dan waktu
Yang membuat hidupku menjadi lebih indah
Lebih berarti dan bermakna

Seandainya..
Aku bisa memiliki perasaan ini

Thursday, November 15, 2007

SOCKS Proxy dengan SSH

Berhubung di kantor ada akses ke server yang terhubung langsung ke internet (dalam artian nggak lewat proxy lagi), aku bisa membuat SOCKS Proxy dengan menggunakan ssh. Karena di kantor menggunakan proxy, jadi akses ke luar menggunakan port-port selain port 80 diblok. Dengan menggunakan SOCKS Proxy, lumayan lah jadi bisa akses port-port lain seperti FTP, IMAP, dan SMTP.

Dengan menggunakan perintah :

ssh -D @server

contoh : ssh -D 1080 user@10.1.1.1

maka setelah terkoneksi ke server 10.1.1.1 akan dibuat SOCKS Proxy di localhost:1080. Email Client seperti Thunderbird pun bisa digunakan dengan menggunakan Socks Proxy yang telah dibuat ini. Untuk keperluan browsing di Firefox, cuma perlu mengatur agar proxy yang digunakan adalah Socks Host dan mengisi alamatnya dengan localhost atau 127.0.0.1 di port 1080.

Sebagai informasi tambahan, karena menggunakan koneksi SSH yang notabene secure, jadi semua paket yang masuk dan keluar akan dienkripsi dulu. Lebih aman dan nggak akan bisa di snoop dengan mudah.

Tuesday, November 13, 2007

Mencoba DewaLinux

Beberapa hari yang lalu tanpa sengaja aku mendengar istilah DewaLinux dari seorang teman. Karena penasaran, aku coba googling untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai DewaLinux. Berdasarkan informasi yang aku dapatkan, DewaLinux merupakan distro turunan dari Ubuntu yang dikembangkan oleh aktivis Open Source Jember. Distro ini memiliki tampilan yang mirip dengan Windows XP. Hmm... bagi pengguna Windows yang mau migrasi ke Linux, distro ini sepertinya layak untuk dicoba.

Sayangnya aku belum sempet untuk mencoba meng-install distro ini. Males juga karena mesti menyediakan partisi baru untuk DewaLinux ini. Selain itu, aku kan udah pake Ubuntu. Berhubung distro ini adalah turunan dari Ubuntu, jadinya kupikir ujung-ujungnya bedanya nggak akan jauh. Jadinya, aku cuma menjalankan distro ini menggunakan emulator VirtualBox dari Ubuntu ku. Sengsara juga karena Ubuntu yang berjalan di laptop yang aku gunakan berjalan dengan memori yang pas-pasan, 512 MB. Dan berbagi memori dengan VirtualBox ternyata sangat menyita resource. Syukur juga bisa mengambil beberapa screenshot dari live CD nya. Akhirnya, karena nggak sanggup dengan lambatnya, aku nggak install distro ini. Cukup lah menjalankan live CD nya aja.

Berikut ini adalah beberapa screenshot yang diambil dalam VirtualBox:







Ternyata DewaLinux menggunakan XFCE sebagai desktop environmentnya. Maklum sih aku baru pertama kali ini pakai XFCE, jadinya nggak terlalu ngeh dengan tampilan desktopnya. Memang sih aku akui icon-icon dan theme nya mirip sekali dengan Windows XP. Sayangnya icon-icon bawaan distro ini menurutku terkesan nggak serasi dengan theme Windows XP nya. Lagipula, aku udah terlanjur suka ama GNOME dengan theme Gartoon nya.

Tuesday, November 06, 2007

HSDPA I'm coming...

HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) merupakan teknologi lanjutan dari 3G yang memungkinkan kecepatan transfer data yang lebih tinggi. Dengan HSDPA, kecepatan transfer untuk downlink bisa mencapai 3.6 Mbps, sementara untuk uplinknya sekitar 384 Kbps. Lumayan beda jauh jika dibandingkan dengan 3G yang kecepatan transfer untuk downlink dan uplink nya masing-masing 384 kbps dan 64 kbps.

Setelah beberapa waktu lalu memastikan bahwa rumahku telah ter-cover jaringan HSDPA (pake HP HSDPA, dan itupun minjem :P), akhirnya kemaren aku meminjam (lagi, dan dari orang yang sama pula lagi) USB Modem Huawei E220 yang memang dijual sepaket dengan paket penjualan Telkomsel Flash. Setelah mencoba USB Modemnya, sepertinya jaringan HSDPA di rumahku belum stabil. Sinyalnya nggak sekuat 3G. Tapi cukuplah untuk sekedar mencoba.



Seperti biasa, yang pertama kali dicoba adalah tentu saja speed transfernya. Pengujian kecepatan transfernya menggunakan speedtest. Hasil yang didapatkan ternyata tidak terlalu buruk. Inilah hasil pengujian kecepatannya dengan menggunakan beberapa server:





Pagi ini, setiba di kantor, aku coba tes lagi menggunakan USB Modem. Ternyata perbedaan kecepatannya lumayan juga. Agak-agak aneh juga ketika menguji dengan server di Tokyo. Perbedaan kecepatan downlink dan uplinknya jauh banget. Ini hasil pengujian selengkapnya dari kantor:





Dengan melihat perbedaan hasil pengujian antara di kantor dan di rumah, sepertinya memang jaringan HSDPA di rumah belum terlalu bagus. Tapi paling nggak kecepatan transfernya lumayan lah jika dibandingkan dengan 3G. Hmm... Sayangnya USB Modemnya cuma pinjem. Hari ini mesti dibalikin lagi. Jadi pengen beli.. :(, tapi sepertinya nggak worth. Jadi penasaran ama Nokia 6120 classic niy...

Saturday, November 03, 2007

Mudahnya konek ke internet menggunakan Ubuntu

Semenjak install Ubuntu Gutsy Gibbon di laptop, aku nggak pernah mencoba untuk konek ke internet selain menggunakan WiFi atau kabel LAN di kantor. Di rumah, sekarang udah rada-rada jarang untuk online. Sepulang kerja maunya cepet-cepet tidur. Biar bisa bangun lebih pagi keesokan harinya.

Kebetulan hari ini aku pulang ke Ciamis. Dan ketika mau coba konek ke internet lewat Ubuntu, aku baru sadar kalo Ubuntu nya sudah aku upgrade. Dan belum sempet install package macem-macem lagi. Biasanya sih dulu konek ke internet menggunakan media bluetooth. Berhubung bluetoothnya lupa kubawa, jadinya yang memungkinkan cuma melalui kabel data. Untungnya kabel data N70 ku selalu kubawa.

Untungnya konfigurasi untuk konek ke internetnya nggak ribet. Tinggal mengedit file /etc/wvdial.conf yang isinya kira-kira seperti ini:

[Dialer Defaults]
modem = /dev/ttyACM0
baud = 460800
init1 = AT
init2 = AT+CGDCONT=1, "IP", "flash"
phone = *99#
Username = ''
Password = ''
Stuppid Mode = yes


Berhubung aku pakai Telkomsel Flash, maka settingan init2 nya seperti diatas. Belum aku coba juga sih menggunakan operator dan handset tipe lain. Seharusnya nggak jauh beda.

Semakin seneng aja pake Ubuntu. Ga perlu install macem-macem udah bisa konek ke internet dengan mudah. Berbeda dengan menggunakan Windows. Dimana aku mesti install dan menjalankan Nokia PC Suite terlebih dahulu untuk konek ke internet. Mana aplikasinya lumayan makan memori juga lagi. I Love Ubuntu... ;)

Tuesday, October 30, 2007

Memperbaiki Diri

Entah kapan aku bisa menjadi orang yang 'lebih baik'. Ketika aku telah melakukan suatu kebaikan kecil, selalu saja kutemukan hal-hal yang lebih baik yang masih bisa kulakukan. Semakin banyak hal-hal baik yang telah kukerjakan, semakin banyak pula hal-hal yang lebih baik yang telah menungguku. Selalu saja ada hal-hal yang lebih baik dari hal-hal yang aku rasakan lebih baik dari sebelumnya. Yang terkadang malah membuatku berpikir bahwa semua itu tidak ada artinya, karena aku belum merasa menjadi orang yang baik.

Sebaliknya, ketika telah kulakukan suatu keburukan, maka seolah aku lupa diri dan mencari-cari justifikasi alias pembenaran atas tindakan burukku. Tampaknya setan tak henti-hentinya menggoda. Baik ketika aku melakukan kebaikan maupun keburukan.

Ingin ku memperbaiki diri ini agar menjadi seseorang yang lebih baik. Namun sepertinya semakin kesini yang kulihat malah semakin banyak kekurangan yang aku miliki. Hhh.. Mungkin sudah saatnya bagiku untuk menyendiri.. merenungi dan mengevaluasi semua hal yang telah aku lakukan. Semoga saja keinginanku bisa tercapai..

Sunday, October 21, 2007

Pengalaman buruk dengan prosesor

Akhir-akhir ini, suara kipas pendingin prosesor komputer di rumahku berisik sekali. Sejak komputerku aku pindahkan dari kampus dulu, memang suaranya sudah bising. Tapi nggak sebising yang sekarang. Maklum aja sih, secara di rumah nggak pake AC dan prosesor yang kugunakan adalah Pentium D yang panasnya minta ampun. Jadi suara bising itu masih aku anggap wajar lah. Beli kipas tambahan, males juga masangnya ntar. Jadi selama ini aku biarkan saja.

Kejadiannya dimulai beberapa hari yang lalu ketika aku sedang menggunakan komputerku lalu tiba-tiba mati listrik karena kelebihan beban. Setelah listrik nyala lagi, tiba-tiba di BIOS nya muncul peringatan kalo temperatur CPU nya nggak normal. Setelaah aku periksa di BIOS nya, cukup mengejutkan juga ternyata. Suhu di prosesor dilaporkan mencapai 100° C. Weks... lumayan juga nih, bisa membuat air mendidih dengan menggunakan prosesorku.

Karena penasaran, aku bongkar saja heatsink dan kipas CPU nya dari motherboard. Karena memang nggak pengalaman membongkar dan memasang heatsink CPU, jadinya rada-rada lama deh, sambil belajar-belajar dulu. Hmm.. ternyata di heatsinknya banyak sekali debunya yang terpaksa aku bersihkan dulu (karena skalian udah dibongkar).

Setelah aku bersihkan dan aku pasang lagi, ternyata kondisinya tidak membaik. Suara kipas masih tetap bising tetapi suhu prosesornya sudah tidak bermasalah lagi walaupun masih tetap panas untuk ukuran normal. Akhirnya aku kepikiran mungkin sebaiknya aku tambahkan gel diantara prosesor dan heatsinknya. Siapa tahu kondisinya lebih baik.

Setelah membeli gel yang dibuat khusus untuk prosesor seharga 15 ribu rupiah, aku bongkar lagi CPU nya. Pertama-tama aku bersihkan dulu sisa-sisa gel yang yang lama yang menempel di prosesor dan heatsinknya baru kemudian aku tambahkan gel yang baru. Berhubung lupa nanya dan memang nggak ada panduannya mesti seberapa banyak aku tuangkan gelnya diatas prosesor, jadinya aku sembarangan aja. Kutuangkan gelnya cukup banyak, yang belakangan kusadari ternyata itu kebanyakan.

Setelah aku pasang lagi heatsink prosesornya nya, aku nyalakan komputerku. Mungkin karena memang aku nggak berpengalaman dalam urusan pasang-memasang heatsink, jadinya ketika aku periksa suhu prosesornya, lagi-lagi 100° C. Suhu yang tinggi disebabkan karena permukaan prosesornya tidak menempel secara sempurna pada permukaan heatsink CPU nya. Sehingga panas prosesor tidak dapat dihantarkan ke heatsink, yang akhirnya berakibat tingginya suhu prosesor. Untuk mengatasi masalah ini, ditambahkan gel diantara prosesor dan heatsink. Agar permukaan prosesor dan heatsinknya bisa menempel dengan sempurna. Tapi kalau gelnya kebanyakan jadi bermasalah juga ujung-ujungnya.

Sempet frustasi juga ketika berulang kali aku mencoba dan hasilnya tetap sama. Setelah mencoba kesekian kalinya, akhirnya aku putuskan untuk mengurangi jumlah gelnya. Aku bersihkan lagi permukaan prosesor dan heatsinknya dan aku tambahkan lagi gelnya, namun dalam jumlah yang sedikit. Well.. untungnya kali ini berhasil. Suhu prosesornya lumayan normal untuk prosesor seukuran Pentium D. Sebagai tambahannya, kipas prosesornya menjadi jauh lebih tidak berisik dibanding sebelumnya. Senangnya.. walaupun cukup membuat panik dan frustasi, ternyata dapet pengalaman yang lumayan berharga kali ini.

Saturday, October 20, 2007

Ubuntu 7.10.. bagus.. tapi...

Seneng juga akhirnya bisa mengunduh dan meng-install Ubuntu 7.10 (Gutsy Gibbon) yang baru release tanggal 18 kemarin. Walaupun cuma bisa dapet yang versi CD nya, karena versi isi DVD nya entah kenapa aksesnya lambat banget ketika mau diunduh. Akhirnya ya... terima sajalah versi CD nya.

Kesan pertama sih sepertinya nggak beda jauh-jauh amat sama versi yang sebelumnya. Cuma sepertinya lebih reliable dan lebih bagus. So far belum sempet mencoba macem-macem karena memang baru sempet install. Yang kelihatan jelas pertama kali adalah adanya dua applet baru di panel bagian atas. Kedua applet tersebut adalah fast user switching applet dan deskbar applet.


Fast user switching memungkinkan session antar user yang berbeda. Kalo pengguna komputernya cuma satu sih nggak ngefek sepertinya.

Sementara deskbar applet memungkinkan akses cepat ke suatu kata kunci yang diberikan. Bisa berupa menjalankan aplikasi sesuai dengan kata kunci yang dicari, mencari kata kunci tersebut di internet menggunakan berbagai macam search engine, menampilkan file atau folder yang sesuai dengan pencarian, dan lain sebagainya.


Hmm.. walaupun lumayan bagus, penggunaan memorynya pun cukup boros. Jika diurutkan berdasarkan penggunaan memory, masih dibawah firefox lah :P..


Fitur-fitur baru Ubuntu 7.10 secara lengkap dapat dilihat di http://www.ubuntu.com/getubuntu/releasenotes/710tour

Yang bikin sebel adalah akses ke repositorynya yang lambatnya minta ampun. Padahal cuma mau update repository nya dengan perintah apt-get update aja lamanya minta ampun. Terakhir, mencoba dari kambing juga sama aja, walaupun agak mendingan sih. Seharian belum kelar. Mungkin karena baru rilis, jadinya banyak yang akses. Aaargh... updatenya aja nggak kelar-kelar apalagi install package nya :((

Thursday, October 18, 2007

KRL Express-nya mana niy?

Hiks..kecewa aku hari ini. Selama seminggu ini semua KRL Express dibatalkan alias nggak ada yang jalan. Duh.. Mana udah dateng pagi-pagi lagi. Dan baru tahunya pas udah di stasiun. Walaupun KRL Ekonomi AC tetep jalan, masa mesti nunggu sejam lagi di stasiun. Akhirnya aku putuskan untuk naik kereta ekonomi langsam yang bercampur dengan para pedagang pasar. Duh, mana banyak yang merokok pula lagi. Untungnya minggu depan KRL Expressnya udah jalan lagi..

Wednesday, October 17, 2007

Akhirnya masuk kantor

Lelah sekali hari ini. Seperti biasa, perjalanan kembali dari kampung halaman menuju Jakarta selalu melelahkan. Padahal di jalan juga nggak ngapa-ngapain.

Perjalanan dimulai dari Tulungagung, kota tempat aku dilahirkan. Dengan menggunakan kereta api Gajayana jurusan Malang - Jakarta, keretanya berangkat dari stasiun Tulungagung kira-kira jam 6 sore. Beruntung masih sempat sholat maghrib dan isya sekalian di musholla stasiun.

Setelah naik kereta, aku perhatikan gerbong tempat aku duduk. Lumayan mengecewakan. Pintu yang menghubungkan antar gerbong dan pintu luarnya tidak berfungsi dengan semestinya. Tak ayal, di sepanjang perjalanan jadi terganggu oleh suara berisik gesekan roda kereta dengan rel. Padahal, seharusnya penumpang tidak akan terganggu oleh suara yang berisik ini. Seharusnya ruang dalam gerbong cukup kedap suara lah.

Lebih parah lagi, tidak ada air di toilet di kedua ujung gerbong. Aargh, sengsara juga jadinya. Males juga mesti jalan-jalan ke gerbong lain. Ntar malah dicurigai lagi berlalu lalang di gerbong lain.

Kondisi ini jauh berbeda dengan kereta Argo Wilis yang aku naiki untuk pulang kampung sebelumnya. Gerbongnya terlihat lebih terawat dan lebih nyaman. Semua fasilitas berfungsi dengan semestinya.

Entah benar atau tidak, aku merasa sepertinya kebanyakan kereta api jurusan Jakarta selalu tidak memuaskan. Yang paling sering adalah pintu yang tidak berfungsi dengan semestinya sehingga gerbong menjadi berisik. Berbeda sekali dengan kereta yang berangkat dari Bandung. Mungkin pendapatku ini tidak valid karena cuma mengambil beberapa sampel saja. Konon kata temanku, depo perawatan kereta api itu berada di Bandung. Sehingga wajar saja jika kereta yang berangkat dari Bandung lebih terawat. Entahlah..

Seperti biasa pula kereta yang kunaiki mengalami keterlambatan. Jadwalnya siy jam setengah 7 sudah sampai di Gambir. Nyatanya baru sampai Gambir jam setengah 10. Telat 3 jam. Untung sudah biasa. Jadi nggak terlalu kecewa. Walaupun tadi kulihat ada penumpang yang sepertinya mengejar waktu dan kecewa berat karena keretanya terlambat. Hhh.. Mungkin baru pertama kali tuh naik Gajayana yang memang setiap kali kunaiki nggak pernah tepat waktu.

Sesampai di Gambir, aku mandi di stasiun. Berhubung hari ini aku harus masuk kantor -walaupun terlambat-, jadi nggak pulang ke rumah dulu. Biar cepet dan praktis lah.

Sampai di kantor jam setengah 11. Lalu bersilaturrahim dengan teman-teman satu divisi. Berhubung hari itu kerjaanku dikit banget, yah, disempetin lah untuk mengunduh Heroes eps 4, dan tentu saja sekalian nonton di kantor :P. Begini deh, kepala sekolah dan gurunya nggak ada, murid-muridnya jadi bebas berkeliaran. Bahkan jam kantor masih serasa ketika bulan puasa kemarin. Jam 4 sore sudah sepi. Hhh.. Mari menikmati kebebasan hingga akhir minggu ini. Sebelum bos-bos masuk di hari Senin minggu depan :P.

Saturday, October 13, 2007

Perjalanan panjang menuju kampung halaman

Lebaran kali ini aku nggak pulang kampung bareng keluarga. Keluargaku sudah pulang duluan tanggal 9 kemarin. Secara aku belum dapet jatah cuti, jadi cuma bisa mengambil cuti bersama selama 3 hari, yang nantinya akan mengurangi jatah cutiku tahun depan. Hiks.. padahal harusnya libur nih.. :((

Sayangnya aku nggak kebagian tiket pulang dari Jakarta. Sempet sedih juga waktu itu. Beruntung aku masih bisa kebagian tiket dari Bandung bareng temen-temen kantor yang memang tujuannya searah denganku. Tiket kereta yang aku dapatkan adalah Argo Wilis yang berangkat dari Bandung tanggal 12 Oktober jam 7 pagi. Yah, beruntung lah, daripada nggak bisa pulang sama sekali. Apalagi ini tiketnya bukan harga calo :p

Aku dan temen-temen kantor berangkat jam 5 sore pada hari kamis. Kebetulan ada yang bawa mobil, jadi bisa lebih nyaman lah. Jalur yang diambil adalah jalur yang melewati Jonggol, dengan asumsi lewat Cipularang akan macet. Ternyata jalur Cipularang pada saat itu lancar-lancar saja. Doh.. Jadi nyesel lewat Jonggol. Selain jalanannya kecil dan tidak rata, di beberapa ruas jalan kena macet pula. Alhasil baru sampai di Bandung jam 9 malam.

Malamnya aku menginap di mesjid STT Telkom. Lumayan nyaman dan gratisan. Maklum, aku nggak ngerti daerah Bandung. Terakhir kali aku pergi ke Bandung adalah ketika aku SMA dulu. Tadinya siy mau nginep di Lab nya, sekalian liat-liat. Cuma berhubung Labnya dikunci karena memang sudah mau lebaran, ya nginep di mesjid deh.

Waktu perjalanan di kereta keesokan harinya kebanyakan kugunakan untuk tidur. Ngantuk dan capek banget soalnya. Itung-itung investasi waktu lah. Walaupun tujuan akhir dari kereta yang kunaiki adalah Surabaya, namun kebanyakan penumpangnya turun di Jogja dan Solo. Pantes aja masih bisa kebagian tiket. Berbeda dengan kereta dari Jakarta yang biasanya kebanyakan penumpangnya turun di stasiun tujuan akhir.

Akhirnya aku sampai di stasiun tujuanku, yaitu Jombang kira-kira jam 6 sore. Beruntung di kereta dapet jatah makanan untuk berbuka. Nggak perlu repot-repot nyari makanan buat berbuka. Selanjutnya untuk menuju kota kampung halamanku, aku harus melanjutkan perjalanan dengan menggunakan bus. Jarak dari kota Jombang ke Tulungagung kira-kira 60 km yang ditempuh dalam waktu sekitar 1,5 jam. Beruntung jalur bus yang menuju kotaku melewati stasiun Jombang. Fiuh.. Capek banget. Yang jelas aku sampai di rumah nenekku jam setengah 9 malam. Walaupun capek, aku senang karena aku bisa pulang kampung, kembali ke tempat dimana aku dulu dilahirkan.

Wednesday, October 10, 2007

HaditsWeb 3.0

Kebetulan dapet dari milis...

Di aplikasi HaditsWeb 3.0 ini terdapat:

  • Al-Qur'an dan Terjemahannya
  • Pendahuluan, yakni pembahasan awal mengenai ilmu hadits
  • Ringkasan Shahih Bukhari
  • Kumpulan Hadits dari Shahih Muslim
  • Ringkasan Syarah Arba'in An-Nawawi
  • Kitab Hadits Bulughul Maram Min Adillatil Ahkam
  • 1100 Hadits Terpilih
  • Sejarah Singkat Beberapa Ahli Hadits
  • Artikel-Artikel Tentang Hadits
  • Dan informasi-informasi menarik lainnya
Sebenernya cuma file CHM aja sih. Jadi bisa dicopy kalo sudah diinstall.

Aplikasinya dapat diunduh disini:
http://www.sendspace.com/file/588jtb
http://www.savefile.com/files/880974
http://www.axifile.com/?5830425
http://rapidshare.com/files/42418416/HaditsWeb3_Setup.zip


Untuk informasi lebih lanjut dapat mengunjungi http://opi.110mb.com/.

Monday, October 08, 2007

Pentingnya md5sum

md5sum, menurut Wikipedia merupakan program komputer yang berfungsi untuk mengkalkukasi dan memverifikasi MD5 hash dari suatu file. MD5 hash itu sendiri berfungsi sebagai fingerprint dari sebuah file. Untuk sebagian orang, mungkin kalkulasi MD5 hash dari sebuah file dirasa kurang penting. Ketika melakukan pengunduhan suatu file dari internet, biasanya jarang sekali orang yang melakukan kalkulasi MD5 hash pada file tersebut dan menyamakannya dengan kalkukasi MD5 hash file aslinya. Padahal MD5 hash tersebut berguna untuk memverifikasi apakah suatu file yang diunduh isinya benar-benar sama dengan file yang sebenarnya, yang berada di server. Ketika dilakukan pengunduhan, banyak sekali faktor yang menyebabkan paket-paket file yang diunduh tersebut menjadi corrupt.

Hari jumat kemarin, iseng-iseng aku mencoba untuk mengunduh dan menginstall Ubuntu 7.10 Gutsy Gibbon versi Beta. Berhubung keinginan itu muncul ketika hari sudah sore, dalam artian mendekati jam pulang kantor, aku paksakan mengunduh file iso Ubuntu tersebut menggunakan download manager dengan jumlah thread lebih dari satu. Biasanya sih nggak masalah, cuma karena mengunduhnya dari komputer kantor yang memang dipasangi anti virus dan aplikasi-aplikasi monitoring lainnya, secara otomatis aplikasi-aplikasi tersebut akan aktif ketika aku mengunduh suatu file dengan kecepatan yang diatas normal :P.

Biasanya sih aku selalu membatasi kecepatan downloadnya jika menggunakan download manager. Karena aku tahu biasanya filenya corrupt jika kecepatannya tidak aku batasi, yang disebabkan karena aplikasi semacam anti virus dan aplikasi monitoring tadi. Namun yah.. karena namanya juga sudah sore, jadinya ya begitu deh. Setelah pengunduhan selesai, bukannya mengecek MD5 hashnya (karena males lagi nyari aplikasi md5sum nya), aku buka langsung saja file iso tersebut menggunakan IZarc. Karena bisa dibuka, aku asumsikan file tersebut nggak bermasalah.

Ketika di rumah, aku melewatkan lagi proses kalkukasi MD5 hashnya. Duh.. padahal tinggal menjalankan aplikasinya saja dan memilih file yang akan dikalkulasi. Dengan asumsi filenya tidak rusak, langsung saja aku burn file iso tersebut ke CD. Proses burning pun berjalan mulus tanpa halangan.

Nah.. ketika dilakukan booting dari CD dan memulai proses instalasi, mulai deh nampak error dimana-mana. Kupikir proses burningnya yang bermasalah, setelah melakukan pengecekan CD melalui boot menu nya, ternyata memang ada 81 file yang corrupt. Hiks.. Akhirnya karena kecurigaanku tertuju pada file iso yang sudah aku unduh, aku lakukan kalkulasi MD5 hash pada file tersebut. Dan ternyata hasilnya berbeda dari file aslinya. Duh.. apes deh. Niat untuk mencoba Ubuntu 7.10 beta di akhir minggu pun gagal karena kesalahan sendiri

Thursday, October 04, 2007

Nemu HP

Hari rabu lalu, tepatnya tanggal 3 Oktober kebetulan aku pulang kemaleman dari kantor. Baru jam 10 aku pulang. Di jalan udah ngantuk2 nggak jelas. Pengen cepet-cepet sampe di rumah dan segera tidur.

Seperti biasa, kalo udah kemaleman, aku pulang naik P20 jurusan Senen-Lebak Bulus. Dilanjutkan dengan angkot ke Ciputat lalu ganti angkot lagi yang ke arah rumah. Di P20 aku sempatkan untuk tidur. Lumayan, ceritanya biar nambah jam tidur di hari itu. Ketika sudah sampai di Lebak Bulus, aku terbangun. Masih setengah sadar lah. Penumpangnya udah tinggal sedikit. Saat itu aku melihat penumpang bangku sebelahku turun. Ketika orangnya sudah turun baru kusadari kalo ada barangnya yang ketinggalan yang kemudian aku kenali sebagai tas HP. Mau aku panggil orangnya sudah turun. Mana aku juga masih setengah sadar. Setelah melihat kiri kanan dan memastikan keadaan, aku putuskan untuk menyimpan tas HP tersebut (dan isinya juga tentunya). "Daripada diambil oleh orang lain", begitu pikirku. Rencananya, akan aku tunggu hingga ada yang menghubungi no HP tersebut.

Di sisa perjalananku menuju rumah, aku jadi nggak bisa tidur. Entah, jadi merasa nggak tenang aja. Sesampainya di rumah, aku buka tas HP nya. Didalamnya ada HP Nokia 1600 dan fotokopi KTP pemilik HP tersebut. Pemilik HP tersebut perempuan (iyalah, tas HP nya aja warna pink). Di KTPnya siy kelahiran tahun 1989.

Keesokan harinya ada yang menelepon ke nomor HP tersebut, yang pada akhirnya aku tahu dia adalah teman kerja si pemilik HP. Dari pembicaraan di telepon, si pemilik HP tersebut kerja di daerah Senen dan katanya tempat tinggalnya juga di Ciputat. Akhirnya aku berikan nomorku dan memintanya agar si pemilik HP tersebut menghubungi nomorku.

Sore harinya, akhirnya si pemilik HP tersebut menghubungiku. Dia minta ketemuan. Cuma mentang-mentang jam kerjanya malam, dia mintanya ketemuan malam-malam, dan parahnya di pasar Ciputat pula lagi. Duh, ini orang seenaknya aja. Yang butuh HPnya juga siapa, maen ngasal nentuin tempat aja. Mana di pasar pula lagi + malem-malem. Nggak banget deh. Akhirnya setelah pembicaraan yang cukup alot, aku minta dia saja yang dateng ke kantorku keesokan harinya di waktu jam kerja.

Fiuhh.. Semoga aja besok orangnya benar-benar datang ke kantorku. Biar nggak jadi beban juga. Nggak tenang aja rasanya menyimpan barang yang bukan milik sendiri.

Sunday, September 30, 2007

Layanan 3G Telkomsel di Ciamis

Weekend ini aku pulang kampung ke Ciamis. Berhubung Lebaran ini aku nggak pulang, jadinya aku sempatkan untuk pulang menjenguk kakek nenekku di Ciamis ini.

Ketika sampai di Ciamis, aku sempet kaget karena di layar handphoneku muncul indikator jaringan 3G. "Nggak salah nih?" pikirku. Sejauh yang aku tahu, jaringan 3G Telkomsel sampai saat ini baru di launch di kota-kota besar saja. Paling nggak di ibukota propinsi atau kota-kota besar yang strategis lainnya seperti Bogor dan Malang. Nggak pernah terbayang sebelumnya jika jaringan 3G akan ada di kota kecil seperti Ciamis.

Kata temanku yang disini, jaringan 3G nya memang baru beberapa hari ini ada. Dan ketika ditanyakan ke Call Center nya memang belum ada informasi mengenai keberadaan jaringan 3G di Ciamis. Entah memang belum di-update atau memang baru sebatas uji coba saja atau bisa jadi karena Ciamis memang berada di jalur mudik.

Dari sudut pandangku, layanan 3G tidak hanya berhubungan dengan layanan video call saja. Bagiku 3G berarti kemampuan transfer data yang lebih cepat dibandingkan layanan 2G. 3G juga berarti aku bisa menggunakan Telkomsel Flash :P. Setelah aku coba menggunakan Telkomsel Flash di Ciamis, kecepatan yang aku dapatkan ternyata 'lumayan' lah mengingat Ciamis adalah kota kecil. Jika dibandingkan dengan kota Jakarta sih jelas saja kalah jauh. Kecepatan transfer yang aku dapatkan untuk download dan upload ke server lokal Jakarta adalah 193 kbps untuk download dan 48 kbps untuk upload. Lumayan lah, untuk download kecepatan yang aku dapatkan adalah setengah dari kecepatan yang aku dapatkan jika melakukan benchmark dari Jakarta. Sementara itu untuk upload, memang kisarannya tak akan jauh-jauh dari 50 - 60 kbps. Karena untuk 3G secara teoritis kecepatan upload maksimumnya adalah 64 kbps.



Semoga saja implementasi 3G di Ciamis ini bukan cuma sekedar uji coba saja. Tapi berlaku hingga seterusnya. ;)

Monday, September 24, 2007

Buka Bersama CSUI02 - 23 September 2007

Senangnya bisa dateng di acara buka bersama angkatan hari minggu kemaren. Kali ini acara diadakan di rumahnya Satria. Lumayan jauh juga kalo diitung-itung jaraknya dari rumah. Berangkat ke sana barengan ama Nasri dari kampus. Walaupun sempet nyasar di jalan, akhirnya sampe juga sebelum maghrib.

Yang dateng lumayan banyak. Nggak sempet ngitung berapa banyak yang dateng. Yang jelas, lebih rame lah dibandingin ama yang dateng untuk acara kumpul-kumpul versi ulang tahun. Kebetulan juga ada beberapa orang 'baru' yang dateng, yang nggak perlu lah untuk dibahas disini :P.

Nggak seperti biasanya, acara buka bersama kemaren nggak ada tilawah nya. Maklum, udah keburu buka. Jadinya ya langsung hajar ke hidangan pembukanya deh. Serba salah juga, banyak makanan dan minuman yang manis. Padahal lagi batuk parah. Tak ayal, setelah berbuka batuk ku jadi kambuh deh. Sholat maghrib udah ga konsen aja tuh gara-gara batuk.

Di buka bersama kali ini, ada sesi curhatnya (istilahnya sih begitu). Semacam permainan yang nantinya akan terpilih salah orang secara acak (seharusnya sih acak). Lalu orang yang terpilih akan ditanya macam-macam oleh teman-teman yang lain. Ujung-ujungnya sih jadi semacam interogasi, bukannya curhat :P. Untungnya aku nggak jadi korban di acara itu.. Fiuhh.

Di penghujung acara, seperti biasanya masih banyak makanan yang tersisa. Dan mulailah sesi bungkus-membungkus makanan-makanan yang masih tersisa. Makanan-makanan yang sudah dibungkus (seharusnya) dibagikan ke semua orang. Cuma.. beruntunglah bisa mengelak. Soalnya kalo kubawa pulang juga sayang, nggak ada yang makan. Kemaren terlihat beberapa orang malah dengan senang hati menerima makanan-makanan tersebut.. Hihihi.. nggak perlu disebutin lah orangnya..

Untuk foto-foto acara kemaren, dapat dilihat disini.

Foto-foto full-size nya dapat diambil melalui link dibawah ini: